SMP Terbuka Cijeruk Bogor Belajar Beratap Terpal, Disdik Akan Tinjau Ulang

Jika tidak dibangun unit baru, para siswa SMP Terbuka itu bisa diarahkan ke gedung sekolah SD menjadi SMP Satu Atap.

SMP Terbuka Cijeruk Bogor Belajar Beratap Terpal, Disdik Akan Tinjau Ulang
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
SMP Terbuka 1 Cijeruk, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor sedang belajar mata pelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengatakan bahwa terkait kabar adanya siswa SMP Terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911 yang belajar di halaman rumah dan beratap terpal telah terjadi kesalahan persepsi dari yang melaporkan.

SMP Terbuka, lanjut dia, memiliki regulasi yang mana guru pamonglah yang aktif, bukan siswanya.

"Guru pamong mencari sedang dimana anak itu (siswa) kumpulnya. Ada di Majelis Taklim, ya dia ke Majelis Taklim. Oh kumpul di bawah pohon, belajar di bawah pohon," terang Entis kepada TribunnewsBogor.com, Senin (2/9/2019).

SMP terbuka itu, kata dia, juga bisa dievaluasi terkait berapa jumlah siswanya.

Siswa SMP Terbuka 1 Cijeruk Bogor Belajar TIK, tapi Belum Pernah Pegang Komputer

Kemudian ada juga studi kelaikan misalnya di kawasan itu tidak ada sekolah lain, maka itu bisa diajukan untuk dibangun unit sekolah baru menjadi SMPN Cijeruk 02 atau 03.

"Hanya kalau kita dibuatkan sekolah baru di sana, si pengelola SMP Terbuka tidak akan jadi apa-apa, resikonya seperti itu," kata dia.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911, Rabu (29/8/2019).
Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911, Rabu (29/8/2019). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Jika tidak dibangun unit baru, para siswa SMP Terbuka itu bisa diarahkan ke gedung sekolah SD menjadi SMP Satu Atap.

Sehingga satu gedung itu dipakai bergantian seperti pagi untuk murid SD, siangnya murid SMP Terbuka.

"Tapi guru-gurunya PNS. Itu yang mengelola (SMP Terbuka) dikeluarkan lagi dia. Tidak akan bisa mengelola kalau satu atap," katanya.

Namun, karena kabar SMP Terbuka di Cijeruk yang belajar dengan serba keterbatasan ini mencuat, kata dia, SMP ini akan ditinjau ulang.

"Karena ini muncul, kita akan tinjau ulang nanti, apakah masih laik harus ada SMP terbuka di situ, nanti dikaji oleh kita," pungkas Entis.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved