Jenazah Terpanggang Dalam Mobil

Aulia Kesuma Akui Tangisan Dana yang Membuatnya Mau Dinikahi Pupung Sadili: Tante Harus Jadi Ibu Aku

Dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas.com, Aulia Kesuma memaparkan bahwa dirinya adalah seorang janda.

Kolase Facebook dan Kompas.com
Pupung Sadili dan M Adi Pradana, Aulia Kesuma 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tersangka kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23), Aulia Kesuma menceritakan kisah awal mulanya menikah dengan sang suami.

Sebelumnya, sosok Aulia Kesuma menarik perhatian publik pasca pembunuhan yang ia lakukan kepada sang suami, Pupung Sadili serta sang anak tiri, Dana.

Tak hanya membunuh, Aulia Kesuma juga tega membakar jenazah Pupung Sadili serta sang anak tiri, Dana.

Perlakuan Aulia Kesuma itu pun pada akhirnya membuat sang pelaku menyesal.

Terlebih saat dirinya mengingat momen pertama kali kala mengenal sosok sang suami, Pupung Sadili.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas.com, Aulia Kesuma memaparkan bahwa dirinya adalah seorang janda.

Ya, sebelum bersuamikan Pupung Sadili, Aulia Kesuma rupanya pernah menikah.

Dari pernikahan pertamanya, Aulia Kesuma pun dikaruniai dua anak.

Namun diakui Aulia Kesuma, pernikahan pertamanya itu berlangsung secara tidak resmi.

"Saya waktu itu sebelum menikah dengan Pak Edi saya itu memang pernah nikah tapi tidak resmi, dibilang resmi ya enggak lah, karena saya enggak punya surat cerai dengan ayahnya Kelvin," ungkap Aulia Kesuma.

Aulia Kesuma atau AK di Mapolres Sukabumi
Aulia Kesuma atau AK di Mapolres Sukabumi (Dok. Polres Sukabumi)

Pasca berpisah dari suami pertama, Aulia Kesuma pun akhirnya mengenal sosok Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili.

Sebelum menikah, Aulia Kesuma mengaku bahwa sang suami, Pupung Sadili sempat berbohong pada keluarganya.

Padahal diakui Aulia Kesuma, alasannya mau dinikahi Pupung Sadili adalah karena sosok Dana.

"Pada waktu itu Pak Edi pun berbohong dengan keluarganya bagaimana saya berkenalan dengan Pak Edi. Karena waktu itu, jujur aja, temannya Dana bisa jadi saksi, bahwa saya mau menikah dengan Pak Edi karena Dana," imbuh Aulia Kesuma.

Ya, diakui Aulia Kesuma, sosok Dana lah yang membuatnya mau dinikahi Pupung Sadili.

Sebab saat itu, Dana sampai menangis memohon agar dirinya mau menikah dengan sang ayah, Pupung Sadili.

"Dana yang nangis-nangis sama saya. Kenalnya di tagged, boleh dibuka di www.tagged. Tapi Pak Edi selalu bicara sama keluarganya saya ketemunya dia lagi kerja terus ketemu saya," akui Aulia Kesuma.

Aulia Kesuma bicara soal Pupung Sadili dan M Adi Pradana
Aulia Kesuma bicara soal Pupung Sadili dan M Adi Pradana (Kompas.com/Kompas TV)

Kala itu, Aulia Kesuma pun mengaku sempat tak mau menikah dengan Pupung Sadili.

Namun karena usaha bertubi-tubi yang dilakukan Pupung Sadili untuk meluluhkan hatinya, Aulia Kesuma pun mau.

"Pak Edi sempat meluluhkan hati saya itu waktu tangan saya sempat patah waktu perampokan di Bajaj. Waktu itu tangan saya bengkok. Waktu itu Pak Edi gencar (membantu)," pungkas Aulia Kesuma.

Ditambah lagi dengan sosok Dana yang membuat Aulia Kesuma merasa kasihan.

Karena sepengetahuan Aulia Kesuma, Dana sudah kurang kasih sayang dari seorang ibu sejak ia kecil.

"Saya sebenarnya tidak ada perasaan apa-apa sama Pak Edi waktu itu. Akhirnya saya dikenalkan sama Dana. Saya merasa dari kecil Dana tidak punya sosok seorang ibu yang bisa sayang sama dia. Dia juga nangis di pelukan saya waktu itu pengin ikut bimbel sama ayahnya enggak dikasih," ungkap Aulia Kesuma.

Tekad Aulia Kesuma untuk menikah dengan Pupung Sadili pun akhirnya dikuatkan dengan permohonan Dana.

Saat itu, Dana bahkan sampai menangis dan meminta agar Aulia Kesuma mau jadi ibunya.

"Saya pun pernah nangis, bilang 'mungkin tante bukan jodohnya ayah kamu tapi kalau ada apa-apa hubungi tante'. ( Dana jawab) 'enggak pokoknya tante harus jadi ibunya aku'" ujar Aulia Kesuma.

AK, otak pelaku pembunuhan Pupung Sadli dan Adi Pradana
AK, otak pelaku pembunuhan Pupung Sadli dan Adi Pradana (Facebook)

Usai Bunuh Suami dan Anak Tiri, Aulia Kesuma Lega

Tersangka pembunuhan Aulia Kesuma (AK) mengaku lega usai menghabisi nyawa suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23).

Aulia merasa lega karena rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, justru disita oleh bank guna melunasi utangnya senilai Rp 10 miliar.

Sebelum disita, Aulia Kesuma diketahui harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta setiap bulannya.

Pengakuan itu disampaikan Aulia dalam wawancara kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

"Maksudnya lega itu, iya saya sempat mengucapkan alhamdulillah dalam hati. Akhirnya, saya lepas dari utang yang benar-benar menghimpit saya, yakni Rp 200 juta per bulan," kata Aulia Kesuma disambut gelengan kepala penyidik yang mendengar pengakuannya.

fakta kasus mobil terbakar dan dua jasad terpanggang
fakta kasus mobil terbakar dan dua jasad terpanggang (Kolase Tribun Jabar (Pixabay/Kompas.com))

Aulia Kesuma mengaku sempat merasa stres dan berencana bunuh diri karena harus membayar cicilan tersebut.

Ia memberanikan diri untuk meminta suaminya, Edi, menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus.

Nantinya, uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk membayar utang. Kendati demikian, permintaan Aulia Kesuma itu ditolak oleh Edi.

Atas penolakan tersebut, Aulia Kesuma merasa sakit hati dan mulai merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya pada Juli 2019.

Ia berharap, rumahnya dapat disita oleh bank setelah menghabisi nyawa Edi dan anak tirinya, Dana.

"Saya pikirannya waktu itu simpel (sederhana) saja. Dengan Pak Edi enggak ada (meninggal), Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak," ucapnya.

"Setelah itu, saya bisa hidup damai dengan Rena (anak Edi dan Aulia)," imbuh Aulia Kesuma.

Penulis: khairunnisa
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved