Jumlah Penderita HIV di Kabupaten Bogor Meningkat Drastis, Ini Penyebabnya

Namun pada pendataan tahap semester satu tahun 2019 ini saja sudah hampir mendekati angka tersebut yakni 174 pengidap.

Jumlah Penderita HIV di Kabupaten Bogor Meningkat Drastis, Ini Penyebabnya
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
PEDULI AIDS - Sejumlah mahasiswa menunjukkan pita merah saat kampanye peduli AIDS kepada pengguna jalan di JL Raya Nginden, Surabaya, Senin (1/12). Kampanye untuk memperingati Hari AIDS Se-dunia oleh Mahasiswa Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (UBAYA) ini untuk membangun kesadaran dan edukasi pada masyarakat agar peduli terhadap penyebaran virus HIV/AIDS yang selalu meningkat setiap tahunnya. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, pengidap HIV/AIDS di Bumi Tegar Beriman tahun 2018 lalu mencapai 222 orang.

Namun pada pendataan tahap semester satu tahun 2019 ini saja sudah hampir mendekati angka tersebut yakni 174 pengidap.

Jika ditotal sepanjang tahun 2019 ini nanti, kemungkinan jumlahnya akan melebihi jumlah pengidap HIV di tahun 2018 lalu.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor, Intan Widayanti menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pengidap HIV/AIDS ini bukan karena meluasnya penularan.

Melainkan karena jumlah penderita HIV/AIDS di tahun 2018 lalu tidak terdata luas karena keterbatasan.

"Kenaikan bukan karena meluasnya penularan, tapi karena jumlah layanan yang mampu melakukan screening HIV yang sudah bertambah," kata Intan saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Selasa (3/9/2019).

Ia juga mengakui bahwa organisasi penggiat HIV dan Puskesmas tahun ini lebih aktif berkolaborasi melakukan screening dibanding tahun sebelumnya.

Meski begitu, Intan tetap menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari hal-hal yang bisa mencegah penularan HIV/AIDS.

Seperti gaya hidup, pergaulan bebas, penggunaan jarum suntik yang sembarangan dan yang lainnya.

"Gaya hidup seperti seks bebas dengan WTS (wanita tunasusila) juga termasuk (rentan penularan HIV/AIDS)," pungkasnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved