Jenazah Terpanggang Dalam Mob

Ibu Tiri Jadi Tersangka Utama Pembunuhan Ayah & Anak, AK 'Serang' Korbannya yang Sudah Tewas

Ibu Tiri Jadi Tersangka Utama Pembunuhan Ayah & Anak, AK 'Serang' Korbannya yang Sudah Tewas

Penulis: Damanhuri | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Dok. Polres Sukabumi
Aulia Kesuma atau AK di Mapolres Sukabumi 

Ibu Tiri Jadi Tersangka Utama Pembunuhan Ayah & Anak, AK 'Serang' Korbannya yang Sudah Tewas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tersangka Aulia Kesuma alias AK 'menyerang' korban pembunuhan, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadidli dan putranya M Adi Pradana.

Padahal, kedua korban yakni Pupung Sadili dan M Adi Pradana saat ini sudah meningga dunia.

Korban Pupung Sadili dan putranya M Adi Pradana tewas setelah dibunuh dan jasadnya dibakar oleh orang suruhan Aulia Kesuma dikawasan Cidahu, Sukabumi beberapa waktu lalu.

Polisi pun sudah mengamankan Aulia Kesuma dan empat orang pembunuh bayaran yang merupakan orang suruhan Aulia Kesuma.

Seperti diketahui, tersangka Aulia Kesuma tidak lain adalah ibu tiri M Adi Pradana atau istri muda Pupung Sadili.

Meski sudah berada dikantor polisi, tersangka Aulia Kesuma masih terus 'menyerang' korbannya yang sudah meninggal dunia.

Bahkan, polisi sempat dibikin geleng-geleng kepala mendengar ucapan Aulia Kesuma.

Tuduhan Aulia Kesemua kepada kedua korban yang sudah meninggal dunia ini cukup mengejutkan.

Berikut ini tuduhan atau 'serangan' yang dilakukan Aulia Kesuma dengan melontarkan tuduhan kepada kedua korban tewas yang dibunuhnya.

1. Korban Pernah terlibat narkoba

Aulia Kesuma sebut jika korban M Adi Pradana pernah tiga kali terlibat kasus narkoba.

Menurutnya, hutang Rp 10 Miliarnya itu sebagian mengalir untuk membiayai almarhum Dana yang pernah terlibat narkoba.

Menurut Aulia Kesuma Edi Chandra Purnama menggunakan uang pinjaman itu juga untuk menyelesaikan kasus yang menjerat Dana.

"Anaknya sempat kena kasus narkoba 3 kali tuh siapa uangnya dari mana gitu kalau bukan dari situ," kata Aulia Kesuma.

2. Sebut suaminya tak bekerja

Aulia Kesuma (AK), tersangka yang jadi dalang pembunuhan suaminya - Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54)- dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana (23), mengatakan suaminya itu tidak bekerja.

Aulia Kesuma juga mengaku, mereka sering bertengkar karena hal-hal sepele.

Menurut Aulia Kesuma, Edi tidak memiliki pekerjaan sejak mereka menikah tahun 2011.

Pembunuhan tersebut terjadi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada 24 Agustus lalu.

Dalam wawancara di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019), Aulia menyebutkan, dirinya harus membayar utang senilai Rp 10 miliar dari usahanya sendiri.

"Pak Edi itu orangnya enggak pernah kerja. Memang saya yang harus menanggung utangnya itu. Sedangkan dia enggak mengerti sama sekali, dia enggak pernah ada niat untuk mencari kerja," kata Aulia Kesuma sambil terisak menahan tangis.

Aulia Kesuma sempat stres dan memiliki niat untuk bunuh diri karena harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta per bulan.

M Adi Pradana alias Dana sebelum dibakar bersama ayahnya Pupung Sadili di Sukabumi
M Adi Pradana alias Dana sebelum dibakar bersama ayahnya Pupung Sadili di Sukabumi (kolase Kompas.com/Twitter)

Aulia Kesuma telah berhutang ke dua bank sejak tahun 2013. Uang hasil pinjaman itu digunakan untuk membuka usaha restoran.

Ia juga membeberkan soal utang Rp 10 miliar yang ia akui pernah digunakan untuk menebus Dana yang terjerat kasus Narkoba.

Sebelumnya, Aulia Kesuma tampak merincikan utang Rp 10 miliar yang jadi penyebab dirinya membunuh suami dan anak tirinya.

"Utang atas nama saya, karena nama pak Edi sudah diblack list sejak tahun 2013, memang tidak langsung Rp 10 miliar, itu semua ada tahapananya," kata Aulia Kesuma.

Aulia Kesuma lantas merinci jumlah utang yang mesti dibayar.

"Rp 700 juta di Bank Mandiri untuk buka usaha restoran, tidak berjalan baik selama buka restoran karena lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan, naik jadi Rp 1,3 tetep gak bisa bayar, pindah ke Indonesia Finance tapi habis untuk bayar bunganya, pindah ke MMC, " kata Aulia Kesuma.

3. Mengaku Sempat Diancam korban

Tersangka pembunuhan Aulia Kesuma (AK) menyebut anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23) pernah mengancam membunuhnya.

Alasannya, Dana merasa hidupnya berubah sejak Aulia hamil anak hasil pernikahan dengan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54).

Ancaman tersebut diungkapkan Dana melalui aplikasi pesan singkat.

Pengakuan tersebut diungkapkan Aulia dalam wawancara bersama wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

"Di situ ada bukti chat (percakapan) bahwa Dana pernah mempunyai niat untuk membunuh saya karena dia enggak suka waktu saya hamil Rena (anak Edi dan Aulia). Dana waktu itu bilang bahwa 'hidup gue hancur gara-gara perempuan itu (Aulia)'," ujar Aulia sambil menahan tangis.

4. Awal kenal korban

Aulia menyebut, ia mengenal Edi melalui aplikasi kencan online, Tagged, pada tahun 2011.

Namun, Edi menjelaskan kepada keluarganya bahwa mereka berkenalan sebagai rekan kerja.

Saat bertemu Dana, Aulia merasa Dana membutuhkan sosok seorang ibu dalam hidupnya sejak ayahnya bercerai dengan ibu kandungnya.

"Jadi, waktu itu saya dikenalkan sama anaknya, Dana. Waktu itu karena saya merasa Dana itu dari kecil tidak punya sosok seorang ibu," ujar Aulia.

"'Enggak bisa tante, pokoknya tante harus menjadi ibunya aku'," lanjut Aulia menirukan ucapan Dana.

Pemakaman Pupung dan Dana, korban pembuhan oleh istri mudanya, di TPU Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2019)
Pemakaman Pupung dan Dana, korban pembuhan oleh istri mudanya, di TPU Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2019) (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Aulia memutuskan menikah dengan Edi pada 2011.

Kehidupan pernikahan mereka berubah sejak Aulia meminjam uang total senilai Rp 10 miliar ke bank pada tahun 2013 untuk membuka usaha restoran.

Aulia harus mencicil uang senilai Rp 200 juta setiap bulan.

Ia sempat merasa stres dan memiliki niat untuk bunuh diri karena harus membayar cicilan tersebut.

Ia memberanikan diri untuk meminta suaminya, Edi, menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus.

Nantinya, uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk membayar utang.

Kendati demikian, permintaan Aulia itu ditolak oleh Edi.

Atas penolakan tersebut, Aulia merasa sakit hati dan mulai merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya pada Juli 2019.

Ia berharap, rumahnya dapat disita oleh bank setelah menghabisi nyawa Edi dan anak tirinya, Dana.

"Saya pikirannya waktu itu simple (sederhana) saja. Dengan Pak Edi enggak ada, Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak. Setelah itu, saya bisa hidup damai dengan Rena," jelas Aulia.

5. Polisi Akan Periksa Kejiwaan AK

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi akan mengagendakan pemeriksaan kejiwaan Aulia terkait pernyataan pelaku.

"Tentunya memang dibutuhkan penyidik, akan kami lakukan segera ya, untuk pemeriksaan psikologi AK," ungkap Argo.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved