Bupati Bogor Ade Yasin Keberatan dengan Kenaikan Iuran BPJS

Bupati Bogor Ade Yasin merasa keberatan dengan adanya premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sudah dipastikan akan dinaikan.

Bupati Bogor Ade Yasin Keberatan dengan Kenaikan Iuran BPJS
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Bogor Ade Yasin saat diwawancara usai menghadiri FGD Ketenagakerjaan di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin merasa keberatan dengan adanya premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sudah dipastikan akan dinaikan oleh pemerintah pusat.

"Keberatan sih, tapi gimana lagi ya," kata Ade Yasin kepada TribunnewsBogor.com usai menghadiri FGD Ketenagakerjaan di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (5/9/2019).

Dia menjelaskan bahwa dengan kenaikan iuran BPJS ini tentunya akan ikut menaikan anggaran Pemerintah Daerah.

Kenaikan BPJS yang mencapai 100 persen, kata dia, bakal menimbulkan pembengkakan anggaran sampai 2 kali lipat.

"Karena pasti ketika BPJS naik, anggaran juga bakal naik. Sementara anggaran sudah ditetapkan kepada 700 ribu penerima kartu BPJS, berarti akan ada pembengkakan 2 kali lipat kalau naik. Intinya saya keberatan," pungkas Ade Yasin.

Diketahui, premi BPJS dipastikan akan naik pada 1 Januari 2020 mendatang.

Hal ini direspon komentar beragam oleh berbagai pihak.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved