Korem 061 Suryakancana dan PT Agricon Sentea Agribisnis Indonesia Luncurkan Rumah Pengeringan

Korem 061 SuryakAncana bekerjasama dengan PT Agricon Sentra Agribisnis Indonesia (ASABI) melainching Rumah Pengeringan.

Korem 061 Suryakancana dan PT Agricon Sentea Agribisnis Indonesia Luncurkan Rumah Pengeringan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Korem 061 Suryakancana bekerjasama dengan PT Agricon Sentra Agribisnis Indonesia (ASABI) melaunching Rumah Pengeringan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Korem 061 Suryakancana bekerjasama dengan PT Agricon Sentra Agribisnis Indonesia (ASABI) melaunching Rumah Pengeringan.

Runah Pengeringan Suryakancana ini diiniasi karena melihat bannyaknya para petani yang kesulitan panen saat hujan.

Komandan Korem 061/Suryakancana Kolonel Inf Novi Helmy Prasetya mengatakan bahwa rumah pengering suryakancana tercetus karena melihat kebutuhan masyarakat dalam sektor pertanian.

Rumah Pengering Suryakancana merupakan rumah kaca yang menghasilkan panas yang mampu mengeringkan biji-bijian dari mulai coklat, kopi, jagung dan dan lain sebaginya.

Sebelum adanya rumah pengering ini di beberapaa koramil di wilayah Korem Suryakancana banyak laporan soal proses pengeringan panen yang lambat.

"Ini dikeluhkan warga, proses pengeringan sebelum menggiling jadi penentu kualitas hasil, nah Bogor sering hujan, proses pengeringan jadi terganggu, ini yang mendasari kerjasama ini, kolaborasi dengan Agricon," ujarnya Kamis (05/09/2019) di Makorem 061/Suryakancana.

Korem 061 Suryakancana bekerjasama dengan PT Agricon Sentra Agribisnis Indonesia (ASABI) melaunching Rumah Pengeringan.
Korem 061 Suryakancana bekerjasama dengan PT Agricon Sentra Agribisnis Indonesia (ASABI) melaunching Rumah Pengeringan. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Helmy mengatakan bahwa produk yang dihasilkan pun efektif, efisien dan murah soal operasionalnya karena tidak membutuhkan bahan bakar.

Rumah pengering berukuran 8×20 ini pun meampu menampung lima ton hasil panen yang ingin dikeringkan.

"Yang ditampilkan ini rumah contoh yang lebih kecil, 3x8 meter, kita sih berharap, pemkot atau pemkab Bogor tertarik untuk mengadakan ini, lalu dihibahkan ke masyarakat, misalnya lewat dana desa atau kelurahan, untuk saat ini Bogor memang belum, yang sudah ada di Sukabumi, Kalimantan," ucapnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT ASABI Atang komara menuturkan, pihaknya ingin memenuhi kebutuhan dan keinginan petani punya inovasi yang murah dan efektif.

Menurutnya kerjasama antara Korem 061 dengan PT ASABI berupaya memenuhi kebutuhan dasar para petani yang memang sudah teruju.

"Nah rata-rata gabah punya kadari air 24-25 persen, maka paska panen itu harus disegerakan, karena 30 menit pertama setelah panen, masa penurunan kadar air drastis sampai 8 persen, nggak aneh ada gabah yang warnanya hitam, itu karena proses pengeringan nggak maksimal," katanya

Ia pun berharap, upaya ini bisa disambut baik Pemkab dan Pemkot Bogor, untuk mensejahterakan para petani dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas panen yang dihasilkan.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved