Makanan Cepat Saji Disinyalir Bisa Picu Depresi pada Remaja, Ini Hasil Penelitiannya

Sehingga penelitian ini diharqapkan untuk studi UAB dapat memberikan titik tolak yang berharga untuk studi di masa depan.

Makanan Cepat Saji Disinyalir Bisa Picu Depresi pada Remaja, Ini Hasil Penelitiannya
pixabay
Diet Kesehatan Makanan Cepat Saji 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Studi baru dari Universitas Alabama di Birmingham (UAB) mengungkapkan salah satu pemicu depresi pada kalangan remaja.

Tingginya kadar natrium dan rendahnya kadar kalium dalam makanan tidak sehat banyak ditemukan di restoran cepat saji.

Ini menunjukkkan bahwa makanan cepat saji memiliki kaitan dengan tingkat depresi remaja di Amerika Serikat.

Ini dimungkinkan karena tingginya konsumsi makanan fast food di kalangan remaja Amerika Serikat.

Melansir dari Medical Daily pada Kamis (5/9/2019), peneliti UAB menganalisis urin dari sekelompok remaja dan menemukan kadar natrium yang tinggi dan kadar kalium yang rendah.

Mereka juga mengamati tanda-tanda depresi pada kelompok ini.

Peserta berjumlah 84 orang yang terdiri dari anak perempuan dan laki-laki sekolah menengah.

Peneliti menguji kelompok remaja tersebut selama 1- 1,5 tahun, untuk menemukan lebih banyak tanda-tanda depresi.

Mereka menyimpulkan natrium tinggi yang ditemukan pada makanan olahan dan camilan memiliki nutrisi yang tidak sehat.

"Kadar natrium tinggi biasanya terdapat dalam makanan olahan," kata Sylvie Mrug, ketua penulis dan ketua departemen psikologi UAB.

Elza Syarief Sebut Nikita Mirzani Informan Polisi Kasus Narkoba, Polda Ungkap Fakta yang Sebenarnya

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved