Makanan Cepat Saji Disinyalir Bisa Picu Depresi pada Remaja, Ini Hasil Penelitiannya

Sehingga penelitian ini diharqapkan untuk studi UAB dapat memberikan titik tolak yang berharga untuk studi di masa depan.

Makanan Cepat Saji Disinyalir Bisa Picu Depresi pada Remaja, Ini Hasil Penelitiannya
pixabay
Diet Kesehatan Makanan Cepat Saji 

"Ini biasa ditemukan dalam makanan cepat saji, seperti makanan beku dan makanan ringan," tambahnya.

Studi ini juga menemukan kadar natrium dan kalium yang lebih tinggi untuk memprediksi lebih banyak tanda-tanda depresi satu setengah tahun kemudian.

Temuan ini berlaku setelah disesuaikan dengan variabel yang meliputi tekanan darah, berat badan, usia dan jenis kelamin.

Lisa Drayer, ahli diet serta kontributor kesehatan dan nutrisi CNN menyebutkan.

"Temuan penelitian ini masuk akal, karena makanan kaya kalium adalah makanan sehat," ujarnya.

"Jadi, jika remaja lebih banyak memakan nutrisi yang kaya akan kalium dalam diet mereka, mereka kemungkinan memiliki lebih banyak energi dan merasa lebih baik secara keseluruhan," ungkapnya.

Dikenal Enak, 4 Makanan Ini Ternyata Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil, Apa Saja ?

"Ini dapat mengarah pada rasa kesejahteraan yang lebih baik dan peningkatan kesehatan mental," tambahnya.

Sehingga penelitian ini diharqapkan untuk studi UAB dapat memberikan titik tolak yang berharga untuk studi di masa depan.

Karena dalam studi ini menyebutkan makanan cepat saji yang dikonsumsi tinggi, dan pola makan nabati yang rendah dapat memicu depresi pada kalangan remaja.

Artikel ini telah tayang di Grid.id dengan judul Menurut Penelitian, Makanan Cepat Saji Dapat Memicu Depresi Pada Remaja

Editor: khairunnisa
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved