Kambing Bermata Satu di Bogor Sudah Ada yang Menawar Dengan Harga Segini, Tapi Pemiliknya Menolak

Sang pemilik kambing, Aang, mengatakan bahwa beberapa dari warga yang datang bahkan mencoba membeli kambingnya itu.

Kambing Bermata Satu di Bogor Sudah Ada yang Menawar Dengan Harga Segini, Tapi Pemiliknya Menolak
istimewa/Aang
Kambing berkelopak mata satu di Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISEENG - Seekor kambing yang heboh di media sosial karena bermata satu di Kampung Cigelap, Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor ramai didatangi warga yang penasaran.

Sang pemilik kambing, Aang, mengatakan bahwa beberapa dari warga yang datang bahkan mencoba membeli kambingnya itu.

"Udah ada yang nawar Rp 200 ribu. Terus ada lagi yang mau Rp 300 ribu," kata Aang saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Minggu (8/9/2019).

Dia menjelaskan bahwa kambingnya itu sama sekali tidak ia jual dengan alasan kondisinya yang mengkhawatirkan.

"Gak dijual, kasihan ngelihatnya, gak tega saya," kata Aang.

Dia menuturkan bahwa kambing kecil ini lahir dari sang induk yang beranak ketiga kalinya.

Serta, setiap kali beranak, indukannya ini kerap melahirkan satu ekor kambing betina.

"Kambingnya sekarang diurus bapak saya. Ini udah yang ketiga lahirnya betina semua, tiap beranak satu ekor," kata Aang.

Diberitakan sebelumnya, Warga Kampung Cigelap, Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor dihebohkan dengan lahirnya seekor kambing bermata satu.

Kambing yang disebut bermata satu ini juga heboh di media sosial setelah foto-fotonya di unggah ke Facebook.

Pemilik Kambing, Aang, mengatakan bahwa kambing tersebut bukan bermata satu, namun bekelopak mata satu.

"Matanya dua, cuman kelopak matanya satu dan gak ada hidung, mulutnya juga gak normal, lahir cacat," kata Aang saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Minggu (8/9/2019).

Dia menjelaskan bahwa kambing tersebut lahir pada Jumat (6/9/2019) lalu namun dengan kondisinya itu dibutuhkan botol untuk membantunya menyusui.

"Sekarang sehat, hidup, tapi gak tau bisa bertahan hidup sampai kapan. Soalnya gak bisa nyusu ke induknya, dikasih susu pakai botol," ungkap Aang.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved