Kronologi Pria Sodomi hingga Bunuh Bocah di Bogor, Pelaku Jerat Leher Korban Pakai Sarung

Seorang bocah laki-laki berinisial MM (11) jadi korban pembunuhan yang diawali sodomi oleh pelaku berinisial J (35) yang juga merupakan tetangganya.

Kronologi Pria Sodomi hingga Bunuh Bocah di Bogor, Pelaku Jerat Leher Korban Pakai Sarung
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Barang bukti kasus pembunuhan bocah di Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Seorang bocah laki-laki berinisial MM (11) jadi korban pembunuhan yang diawali sodomi oleh pelaku berinisial J (35).

J merupakan tetangga korban

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky menjelaskan, awalnya korban pada 3 Agustus 2019 sekitar pukul 20.00 WIB berangkat ke suatu tempat untuk mengikuti acara istighosah.

"Pada 3 Agustus 2019 korban pamit kepada orang tuanya untuk melaksanakan istighosah sekitar pukul 20.00 WIB tetapi tidak kembali, kemudian pada tanggal 4 Agustus 2019 korban ditemukan warga sudah meninggal dunia," kata Dicky dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Senin (9/9/2019).

Warga saat itu menemukan kejanggalan yaitu ditangan korban ditemukan luka bekas gigitan termasuk di leher ada bekas jeratan.

Namun keluarga memilih langsung menguburkannya pada hari itu juga di waktu siang hari sekitar pukul 11.00 WIB.

Kuburan Bocah Korban Pembunuhan di Bogor Dibongkar, Polisi Ungkap Sederet Kejanggalan

Polisi akhirnya membongkar makam korban untuk menguak kejanggalan kematian korban ini sampai akhirnya pelaku pembunuhnya berinisial J (35) ditangkap pada 3 September 2019 di Leuwigoong, Garut setelah mencoba melarikan diri.

Rupanya korban sempat diajak berhubungan seksual oleh pelaku sebelum dibunuh.

"Korban waktu itu pamit untuk istighosah, di tengah perjalanan diajak oleh pelaku. Korban sebelumnya ditunjukan video-video porno untuk merayu korban dan melakukan hubungan seksual," kata Dicky.

Pelaku berinisial J (35) dibalik pembunuhan bocah tersebut di Leuwigoong Garut karena sempat melarikan diri.
Pelaku berinisial J (35) dibalik pembunuhan bocah tersebut di Leuwigoong Garut karena sempat melarikan diri. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Hubungan seksual sesama jenis ini rupanya sudah dilakukan tiga kali oleh pelaku dan saat yang ketiga kalinya, pelaku membunuh korban dengan menjerat leher korban menggunakan sarung.

"Motif daripada pelaku adalah kekerasan seksual dimana pelaku memiliki kelainan orientasi seksual. Korban dilakukan sodomi tiga kali. Ini yang ketiga kali kemudian karena korban ingin mengadukan perlakukan tersebut, pelaku gelap mata, pelaku membunuh korban," kata Dicky.

Polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti berupa 2 unit ponsel, 2 buah sarung, 1 kemeja dan 1 kopiah.

Pelaku, kata Dicky dijerat dengan pasal 30 ayat 3 UU nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau sengaja menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved