Kuburan Bocah Korban Pembunuhan di Bogor Dibongkar, Polisi Ungkap Sederet Kejanggalan

Cerita kejanggalan kematian anak yang ditemukan tewas pada 4 Agustus 2019 ini beredar di masyarakat hingga sampai ke telinga kepolisian.

Kuburan Bocah Korban Pembunuhan di Bogor Dibongkar, Polisi Ungkap Sederet Kejanggalan
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pelaku berinisial J (35) dibalik pembunuhan bocah tersebut di Leuwigoong Garut karena sempat melarikan diri. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sudah sepekan dimakamkan, kuburan jasad seorang anak berinisial MM (11) di Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor kembali digali oleh pihak kepolisian guna untuk menguak sejumlah kejanggalan.

Cerita kejanggalan kematian anak yang ditemukan tewas pada 4 Agustus 2019 ini beredar di masyarakat hingga sampai ke telinga kepolisian.

Kepolisian akhirnya meminta kepada keluarga korban untuk melakukan penyelidikan dengan melakukan outopsi terhadap jasadnya.

Namun keluarga tetap menolak, terlebih korban sudah dimakamkan.

"Anggota sudah berupaya untuk meminta dilakukan outopsi tapi keluarga menolak," kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Senin (9/9/2019).

Akhirnya setelah 5 hari kemudian makam bocah berinisial MM ini dibongkar setelah keluarga bersedia makam kembali dibongkar.

Aksi Istri Bunuh Suami Terungkap, Dua Anaknya Terpaksa Bongkar Kuburan Ayah di Belakang Rumah

Hasil outopsi menyatakan bahkan korban meninggal karena dibunuh yang mana di tubuh korban ditemukan luka bekas gigitan dan juga bekas jeratan di leher.

"Kemudian kita terpaksa membongkar lagi (makam) untuk melakukan outopsi dan visum terhadap korban. Di tubuh korban memang ditemukan kejanggalan-kejanggal penyebab kematian dan kita kemudian melakukan penyelidikan sehingga alhamdulillah kasus ini terungkap," kata Dicky.

Pada 3 September 2019 polisi berhasil menangkap pelaku berinisial J (35) dibalik pembunuhan bocah tersebut di Leuwigoong Garut karena sempat melarikan diri.

Pelaku ternyata merupakan masih tetangga korban yang motifnya adalah kekerasan seksual yang mana pelaku juga memiliki kelainan orientasi seksual sesama jenis dan melakukan sodomi terhadap korban.

"Adapun motif daripada pelaku adalah kekerasan seksual dimana pelaku memiliki kelainan orientasi seksual. Korban dilakukan sodomi tiga kali. Ini yang ketiga kali kemudian karena korban ingin mengadukan perlakukan tersebut, pelaku gelap mata, pelaku membunuh korban," ungkap Dicky.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved