Sodomi Bocah 3 Kali Lalu Dibunuh, Pelaku Iming-Imingi Korban Uang Rp 20 Ribu

MM (11) disodomi oleh pelaku J (35) lalu dibunuh saat perjalanan ke acara istighosah di sebuah kawasan kebun di Desa Cijayanti.

Sodomi Bocah 3 Kali Lalu Dibunuh, Pelaku Iming-Imingi Korban Uang Rp 20 Ribu
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pelaku berinisial J (35) dibalik pembunuhan bocah tersebut di Leuwigoong Garut karena sempat melarikan diri. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Anak laki-laki berinisial MM (11) disodomi oleh pelaku J (35) lalu dibunuh saat perjalanan ke acara istighosah di sebuah kawasan kebun di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Pelaku membunuh korban dengan menjerat lehernya menggunakan sarung dan jasadnya baru ditemukan keesokan harinya.

"Korban sebelumnya ditunjukan video-video porno (oleh pelaku) untuk merayu korban dan melakukan hubungan seksual," kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Senin (9/9/2019).

Usai Ditelpon Sosok Ini, Brigadir Dewa Tewas Bunuh Diri Tembak Kepala, Firasat Bibi: Tiba-tiba Jatuh

Pelaku, kata Dicky, pelaku memang mengalami kelainan orientasi seksual padahal sudah berkeluarga.

Selain itu, pelaku juga sudah saling mengenal dengan korban karena bertetangga.

Pelaku berinisial J (35) dibalik pembunuhan bocah tersebut di Leuwigoong Garut karena sempat melarikan diri.
Pelaku berinisial J (35) dibalik pembunuhan bocah tersebut di Leuwigoong Garut karena sempat melarikan diri. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Terpisah, Kapolsek Babakan Madang AKP Silfia Sukma Rosa menambahkan bahwa pelaku sudah 3 kali melakukan sodomi terhadap korban yang masih berumur 11 tahun itu.

Setiap korban diajak pelaku berhubungan seksual, korban diiming-imingi sejumlah uang.

"Udah 3 kali, diiming-imingi dikasih uang Rp 20 ribu. Ketiga kalinya ternyata pelaku tidak punya uang setelah disodomi. Karena HP pelaku dipegang korban, paswordnya diganti dan pelaku marah. Ya udah kalo gak dikasih uang mau ngadu ke orang tua. Mau lari (korban) dijerat kain sarung dan berontak digigit tangannya, sampai akhirnya kehabisan napas," kata Silfia.

Korban ditemukan keesokan harinya pada 4 Agustus 2019 dan langsung dikebumikan oleh keluarga meski pun warga menemukan kejanggalan tentang kondisi tubuh korban.

Sepekan kemudian, keluarga melapor ke polisi lalu makam korban dibongkar untuk dioutopsi dan akhirnya setelah diselidiki pelakuditangkap di Garut setelah mencoba melarikan diri pada 3 September 2019.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved