Anaknya Disebut Lakukan Bully, Keluarga Pasrah Kalau Harus Dilaporkan ke Polisi
Dia sendiri tidak tahu sama sekali mengapa tetangga barunya itu sampai membuat postingan yang menuduh putranya.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebuah video yang menggambarkan seorang bocah berinisial FA sedang merintih kesakitan viral di media sosial.
FA diduga menjadi korban bully yang dilakukan teman mainnya.
Dalam video tersebut FA sempat menyebut nama terduga IB (8), teman mainnya semasa tinggal mengontrak di sebuah rumah di Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi.
TribunJakarta.com mencoba mendatangi rumah kontrakan tersebut pada, Senin (9/9/2019).
Kondisi saat ini telah kosong setelah ditinggal penghuninya.
Setelah FA meninggal dunia, keluarga memilih tinggal di kampung halaman di Majalengka, Jawa Barat.
• Viral Seorang Bocah Laki-laki Diduga Jadi Korban Bully Teman Sepermainan, Berakhir Meninggal Dunia
Di sebelah rumah kontrakan yang sempat dihuni FA dan keluarganya, merupakan rumah bocah yang disebut-sebut terduga bully.
Kedua rumah berdempetan, hanya disekat tembok dan pagar sebagai pembatas antar keduanya.
Suparno, orangtua IB saat dijumpai mengaku sudah mengetahui kabar viral diduga aksi bully yang menyeret nama anaknya.
Meski begitu, dia nampak berusaha tegar dan sedikit mau menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan TribunJakarta.com.
"Saya udah tahu dari tetangga yang main Facebook, kalau saya sama istri mana ngerti gitu-gituan (media sosial), dikasi unjuk aja videonya," kata Suparno.
Suparno tidak pernah menyangka, tetangga yang baru sekitar dua bulan mengontrak di samping rumahnya menuduh anaknya melakukan perbuatan bully.
Sebab, kabar meninggalnya FA selama ini dikarenakan sakit dan sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
"Tahunya sakit anaknya, enggak tahu denger-denger gara-gara berantem," ujar dia.
Perihal tuduhan bully yang menyeret anaknya, Suparno mengaku pasrah jika harus dilaporkan ke polisi.
Dia justru sejak kabar viral ini merasa tertekan dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Pasrah serahin sama Allah, kalau mau dilaporin polisi, kalau (korban) buat laporan kan nanti bisa divisum, diotopsi, jadi yang salah siapa bisa ketahuan," ungkap Suparno.
Dia sendiri tidak tahu sama sekali mengapa tetangga barunya itu sampai membuat postingan yang menuduh putranya.
Kabar perkelahian IB dengan FA pun selama ini tidak pernah terdengar.
"Saya enggak tahu, yang tahu orangtuanya (korban), saya enggak pernah lihat sendiri," ungkapnya.
• Viral Bocah Diduga Korban Bully di Bekasi, Menelusuri Rumah Korban dan Reaksi Ayah Terduga
Selama tinggal mengontrak, keluarga korban memang belum begitu dekat dengan warga sekitar.
Bahkan banyak yang tidak mengenal secara personal dengan Sri Ani Lestari semasa ia tinggal di rumah kontarakan tersebut.
"Ya banyak bukan cuma anak saya aja, anak saya kalau siang sekolah pulang jam 5. Main paling ya namanya anak-anak disini banyak sama siapa aja, kalau abis magrib biasa ngaji juga di rumah saya," jelas dia.
Ahmad Fatir sebelum meninggal dunia sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta.
Sepengetahuan Suparno, sebelum dirawat, bocah berusia enam tahun itu sempat diurut oleh orangtuanya.
"Itu saya tahunya dia sakit diurut 2 kali di sini (dikontrakan) manggil tukang urut, saya tahunya itu doang. Nah kata tetangga sini pas abis diurut itu anaknya sempet kejang-kejang trus baru dibawa ke rumah sakit polri," kata dia. (TribunJakarta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-bullying.jpg)