DVI Mabes Polri Luncurkan Sistem Data & Informasi Untuk Ketahui Korban Kecelakaan

Mabes Polri melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan pengembangan sistem data dan informasi.

DVI Mabes Polri Luncurkan Sistem Data & Informasi Untuk Ketahui Korban Kecelakaan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol. drg. Lisda Cancer, M.Biotech 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Mabes Polri melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan pengembangan sistem data dan informasi.

Plafform sistem data dan informasi tersebut nantinya akan menjadi siatem satu pintu untuk memastikan jumlah korban dalam suatu peristiwa.

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Lisda Cancer mengatakan bahwa data korban dalam.suatu peristiwa merupakan hal yang krusial.

Untuk itu diperlukan adanya sebuah Platform yang bisa mengakomodir untuk memastikan bahwa data tersebut merupakan data real.

Terlebih saat terjadi sebuah peristiwa setiap instansi banyak juga yang mengeluarkan data dan terkadang data antar instansi tersebut berbeda beda.

"Nah kadang-kadang data yang keluar ini tidak sama gitu nah ini kan akan menimbulkan artinya pertanyaan kenapa tidak sama dan masyarakat juga inginnya kepastian, nah kenapa hal ini terjadi nah ini karena tidak ada platform untuk pelaporan data untuk orang meninggal nah dari tantangan ini lah DIVI Polri mengembangkan suatu sistem namanya sistem data dan informasi DIVI disitu nanti pelaporan data orang meninggal disitu melalui satu pintu itu," ucapnya Selasa (10/9/2019) usai melaunching sistem data dan iformasi.

Nantinya data itu pun bisa diakses oleh berbagai instansi dan media masa.

Dengab demikian data yang ada bisa terus diuodate dalam bentu realtime dan maayarakat bisa terus memantau perkembangan data tersebut.

"nanti rekan-rekan media juga bisa melihat orang hilang itu misalnya ada 1000 siapa saja sih nanti itu ada datanya, kemudian yang korban meninggal, kan banyak korban meninggal kan yang tidak teridentifikasi kita tidak tau namanya nah itu ada labelnya label 1 sampai 1000 nah kalau sudah teridentifikasi akan kami iformasikan nama nama korban yang bsudah teridentifikasi nah data ini semua bisa diakses," katanya.

Tidak hanya memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan data dan informasi, sistem itu juga akan tethubung dengan kantor kantor kepolisian di wilayah di Indonesia.

Sehingga data yang muncul akan terus update.

"Iya real time nah itu juga nanti kan bencana itu terjadinya polresta atau kabupaten jadi nanti yang melakukan prose tim DIVI di wilayah tersebut jadi nanti pusdeskes polri tidak akan hadir disana tapi kami bisa memonitor datanya bisa memonitor kegiatan polres itu mau input data kemudian kami akan melihat secara real time jadi artinya kalau ada pimpinan yang akan menanyakan itu tidak perlu langsung ke wilayah bisa dilihat darinl sistem ini," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved