Menolak Tanggung Jawab Atas Kehamilan Pacarnya, Siswa SMP di Pangkal Pinang Dipenjara

seorang siswi SMP (14) terlanjur melahirkan bayi perempuan seberat 2,5 kilogram dengan panjang 46 sentimeter dalam kondisi sehat.

Menolak Tanggung Jawab Atas Kehamilan Pacarnya, Siswa SMP di Pangkal Pinang Dipenjara
Kompas.com/Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, mendekam di penjara karena menolak menikahi pacarnya.

Siswa tersebut menolak bertanggung jawab atau menikahi pacarnya yang hamil.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kepulauan Bangka Belitung Sapta Qodriah mengatakan, majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Pangkal Pinang menjatuhkan hukuman selama 3 tahun 9 bulan penjara.

Selain itu, siswa SMP tersebut dihukum 3 bulan pembinaan di Balai Latihan Kerja (BLK).

"Pasangan itu masih SMP, tapi beda sekolah. Masih sama-sama di bawah umur," kata Sapta kepada Kompas.com di Pangkal Pinang, Selasa (10/9/2019).

Dia menuturkan, perkara yang masuk delik aduan itu terus bergulir, karena tidak ada kesepakatan antara keluarga perempuan maupun laki-laki.

KPAD telah berupaya menggelar mediasi, namun upaya tersebut menemui jalan buntu.

"Malahan minta tes DNA. Akhirnya, keluarga perempuan merasa kecewa dan kasus ini berlanjut," ujar Sapta.

Penahanan siswa tersebut dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Pangkal Pinang.

Dalam amar putusan, majelis hakim juga meminta kedua belah pihak bisa segera menikahkan pasangan tersebut.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved