Perluasan Ganjil Genap Tak Berpengaruh ke Kualitas Kondisi Udara di Jakarta

Hari kedua penerapan perluasan ganjil genap, kondisi kualitas udara di Jakarta masih berada di level tidak sehat.

Perluasan Ganjil Genap Tak Berpengaruh ke Kualitas Kondisi Udara di Jakarta
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Blok G, Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019)(KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Hari kedua penerapan perluasan ganjil genap, kondisi kualitas udara di Jakarta masih berada di level tidak sehat.

Berdasarkan data indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) yang dikeluarkan oleh website Air Visual pada pukul 07.00 WIB tadi menunjukan angka 158.

Angka ini menempatkan Jakarta menjadi ibu kota negara dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, perbaikan kualitas udara di Jakarta tidak bisa dilihat hanya dalam sehari pascapenerapan perluasan ganjil genap.

Tangkapan layar data Air Visual untuk DKI Jakarta, Selasa (10/9/2019) pagi.
Tangkapan layar data Air Visual untuk DKI Jakarta, Selasa (10/9/2019) pagi. (Air Visual)
Tangkapan layar data Air Visual untuk DKI Jakarta, Selasa (10/9/2019) pagi.
Tangkapan layar data Air Visual untuk DKI Jakarta, Selasa (10/9/2019) pagi. (Air Visual)

"Tentu kita harus lakukan bertahap, tidak hanya satu hari saja karena kalau angka itu dari pagi, siang, sore bisa ganti," ucapnya, Selasa (10/9/2019).

Anies pun menyebut, kualitas udara di Jakarta akan semakin membalik bila masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Anies pun menyebut, Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan lebih banyak kendaraan umum guna mengakomodasi masyarakat yang mulai meninggalkan kendaraan pribadi.

"Kemacetan iti bisa berkurang karena orang-orang yang sukarela terfasilitasi dengan kendaraan umum," ujarnya.

"Bagian kami di pemerintah itu memastikan kendaraannya cukup, jaungkauan luas, dan nyaman," tambahnya menjelaskan.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan menyebut, junlah penumpang angkutan umum di Jakarta meningkat cukup signifikan pada hari pertama oerluasman ganjil genap, Senin (9/9/2019) lalu.

Bahkan, Anies menyebut, jumlahnya mencapai nyaris satu juta penumpang per hari.

"Alhamdulillah kemarin pengguna Transjakarta itu 892 ribu per hari, artinya hampir 900 ribu orang menggunakan Transjakarta," ucapnya, Selasa (10/9/2019).

"Ditambah dengan MRT berarti hampir satu juta orang menggunakan kendaraan, itu adalah sebuah rekor," tambahnya. (*)

(TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved