Siswa SMK Bogor Bolos ke Luar Kota Agenda Tahunan, Jadi Lawan Tawuran tapi Kompak Bohongi Orang Tua

Anehnya dari 6 SMK ini kompak rekreasi bersama padahal sebelumnya justru mereka kerap terlibat tawuran.

Siswa SMK Bogor Bolos ke Luar Kota Agenda Tahunan, Jadi Lawan Tawuran tapi Kompak Bohongi Orang Tua
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Puluhan siswa SMK asal Bogor yang ditangkap Polisi di Banyumas tiba di kantor Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Jumat (13/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kasat Binmas Polres Bogor AKP Doddy Rosjadi mengatakan bahwa kebiasaan siswa SMK di Bogor yang jalan-jalan sambil menumpang truk sudah ada sejak 2008 silam.

Termasuk yang terjadi pada 71 siswa dari 6 SMK berbeda asal Bogor yang diamankan polisi di Banyumas saat hendak rekreasi ke Borobudur dengan menyetop mobil bak terbuka.

"Mereka melakukan wisata ke Jogjakarta secara pantekan atau menyetop mobil yang merupakan agenda tahunan yang sudah berjalan dari tahun 2008 sampai sekarang," kata Doddy, Jumat (13/9/2019).

Anehnya dari 6 SMK ini kompak rekreasi bersama padahal sebelumnya justru mereka kerap terlibat tawuran.

Hal ini juga diakui oleh salah satu alumni SMK di Bogor, Arul.

"Iya, itu mah tiap tahun emang suka gitu, biasanya ke Jogja. Saya juga gitu dulu. Coba cek di tas mereka, gak bakalan ada barang (senjata tajam) walau mereka beda SMK. Padahal yang suka tawuran pasti ada di situ juga. Soalnya ini agendanya beda, nyetreet (street) istilahnya, tiap tahun," terangnya.

Diketahui, 71 siswa SMK Bogor ini bolos sekolah dan berangkat untuk ke Jogja dan Borobudur dengan modal ongkos Rp 150 ribu.

Dari 71 siswa SMK ini, satu di antaranya adalah perempuan.

Mereka berangkat dengan cara menumpang mobil bak terbuka dikenal dengan istilah BM atau nyetreet sebagai rekreasi sebelum melaksanakan ujian.

Bahkan selama perjalanan jauh itu, mereka rela tidur di emperan atau di bak truk secara beramai-ramai.

Namun dalam perjalanan, mereka diamankan polisi di Banyumas dan dipulangkan ke Bogor menggunakan bus pada Jumat (13/9/2019) siang.

"Kalau ongkos saya bawa Rp 150 ribu. Kalau tidur kita di emperan-emperan. Selain seragam ini, di tas saya ini bawa jaket dan sarung doang buat tidur," ungkap AR, salah satu siswa saat ditemui TribunnewsBogor.com di Cibinong setelah dipulangkan dari Banyumas.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved