Balita di Kota Bogor Korban Kekerasan Ibu Tiri, Undang Kecurigaan Saat Dibawa ke Puskesmas

Mendapat laporan tersebut pihak Polsek Tanah Sareal bergerak cepat melakukan visum dan otopsi serta melakukan pemeriksaan saksi saksi.

Balita di Kota Bogor Korban Kekerasan Ibu Tiri, Undang Kecurigaan Saat Dibawa ke Puskesmas
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
balita di Kota Bogor korban kekerasan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Misteri kematian SU balita berusia 4,8 tahun warga Tanah Sareal, Kota Bogor lambat laun mulai terungkap.

Dugaan adanya kekerasan tersebut bermula dari kecurigaan pihak puskesmas.

Kepala Puskesmas Mekar Wangi Dr Ilham Chaidir mengatakan bahwa kejadian bermula ketika Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 12.10 WIB seorang ibu membawa anaknya dalam kondisi tidak sadar.

Ketika diperiksa anak tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Jadi memang kemarin itu ada seorang ibu membawa anaknya yang sudah BOA lah diagnosanya , jadi sudah meninggal, terus kemudian kita lakukan pemeriksaan sempet kita lakukan resolusitasi karena menurut ibunya baru saja tapi bagi saya pas dilihat sama saya ini sudah tidak bernyawa lagi tapi kita coba dulu sebagai inilah tapi tidak respon sama sekali jadi sudah meninggal ditempat," katanya saat dikonfirmasi ketika sedang berada di luar kota

Saat diperiksa oleh pihak puskesmas terdapat beberapa luka memar berwarna hijau dan hitam.

Melihat kejadian tersebut atas dasar praduga tak bersalah pihak puskesmas pun melaporkan ke pihak kepolisian.

"Laporan ibunya kareba jatuh, tapi ketika kita melihat laporan kematian karena apanya atau jatuhnya kan ada lebam-lebam ya ditangan di kaki di badan di kepala juga dan mungkin kita tidak berasumsi ya karena praduga tidak bersalah jadi artinya dugaan kematian oleh karena sebab sebab apapun itu harus mencurigakan harus kita laporakan kepada polsek kemudian ditindak lanjuti oleh polsek," ucapnya.

Mendapat laporan tersebut pihak Polsek Tanah Sareal bergerak cepat melakukan visum dan otopsi serta melakukan pemeriksaan saksi saksi.

Halaman
123
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved