Dedie A Rachim Ingin Terapkan Trem di Kota Bogor, DPRD: Jangan Cuma Wacana dan Konsep di Atas Kertas

Seperti diketahui renacananya Pemkot Bogor akan menerima sekitar 24 shet rolling stok trem hibah dari Belanda.

Dedie A Rachim Ingin Terapkan Trem di Kota Bogor, DPRD: Jangan Cuma Wacana dan Konsep di Atas Kertas
Dokumen pribadi
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip meninjau langsung PT INKA di Madiun. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, BPKAD dan Bappeda melakukan kunjungan kerja ke Belanda atas undangan daei provinsi Ultrech di Belanda, Senin (16/9/2019).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan bahwa kedatangannya ke Belanda untuk belajar pengoperasian trem.

"Jadi ini adalah sebuah respon atau undangan yang dikeluarkan oleh mereka (Provinsi Ultrach) termasuk juga undangan ini datangnya dari atase perhubungan republik Indonesia di den Haag," katanya beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui renacananya Pemkot Bogor akan menerima sekitar 24 shet rolling stok trem hibah dari Belanda.

Sementara itu terkait rencana Pemkot Bogor menerapkan trem di Bogor, Anggota DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya mengatakan bahwa kunjungan Pemkot Bogor ke Belanda tidak ada masalah jika untuk kemajuan Kota Bogor.

Namun menurutnya terkait rencana penerapan trem di Kota Bogor, Atty mengatakan sebaiknya Pemkot Bogor seharusnya melihat terlebih dahulu ketersediaan prasarana dan sarana yang ada.

"Sebelum hibah diterima sebaiknya infrastruktur siapkan dan dihitung dulu dampaknya, apakah berdampak lebih baik dengan ruas jalan Kota Bogor yang minim sementara rerouting dan konversi dari angkot ke bus yang suda lama diwacanakan jg belum terwujud, Yaaa satu-satu dulu mana yang lebih prioritas jangan cuman wacana dan konsep di atas kertas," katanya saat dihubungi TribunnewsBogor.com Senin (16/9/2019).

Anggota DPRD dari PDIP itu juga menyinggung soal kemacetan dan program transportasi di Kota Bogor yang belum maksimal.

"Mana angkutan masal yang lebih memang terwujud yang penting dapat mengurai kemacetan di Kota Bogor yang semakin parah," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved