Ribuan Warga Terdampak Proyek Double Track, Pemkot Bogor Tawarkan Solusi Rumah Susun

Skema yang ditawarkan pemerintah Kota Bogor adalah pengajuan lahan kosong milik Pemkot Bogor untuk dibangun Rumah susun

Ribuan Warga Terdampak Proyek Double Track, Pemkot Bogor Tawarkan Solusi Rumah Susun
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Bima Arya di Kampung Parung Bambu Kelurahan Empang 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor akan menyiapkan skema untuk merelokasi ribuan warga yang terdampak proyek double track Bogor-Sukabumi.

Skema yang ditawarkan pemerintah Kota Bogor adalah pengajuan lahan kosong milik Pemkot Bogor untuk dibangun Rumah susun sederhana milik (Rusunami) kepada pemeintah pusat.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa ada dua lahan yang bisa digunakan, lahan pertama berada di Kampung Parung Bambu Kelurahan Empang dengan luas 3,5 hektar dan lahan di Kelurahan Kertamaya dengan luas dua hektar.

"Kita serahkan lahan itu untuk dibangun oleh pemerintah pusat menjadi tempat permanen bagi warga ini nantinya," ujarnya Jumat (20/9/2019) saat meninjau pemukiman yang terdampak proyek double track di RW 10 Kelurahan Empang.

Selain itu nantinya Wali Kota Bogor Bima Arya juga akan mengajukan permohonan agar pemerintah pusat menunda pengosongan rumah tinggal warga

"Untuk datanya ada yaitu 1600 di Bogor Selatan, kemudian di Bogor Tengah 150, jadi sekitar 1750 lahan yang terkena dampak double track, tapi saya juga akan koordinasi ya, karena ini kan di penghujung pemerintahan, tapi insyaallah kita akan tetap fokus," ucapnya.

Menurutnya Pemkot Bogor juga sudah mengirim surat kepda PT KAI, Kementerian Perhubungan, tembusan kepada presiden untuk meminta atensi khusus agar pemerintah tidak terburu buru untuk pengosongan (Penertiban) di wilayah Kota Bogor.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved