BMKG Minta Masyarakat yang Berkulit Sensitif untuk Waspadai Hujan Asam di Area Terdampak Kebakaran

etika dilakukan hujan buatan atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) demi memadamkan kebakaran hutan dan lahan (kahutla) yang saat ini melanda wilayah K

BMKG Minta Masyarakat yang Berkulit Sensitif untuk Waspadai Hujan Asam di Area Terdampak Kebakaran
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kasubdit Analisis Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGSINDUR - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk waspadai air hujan yang turun di area kebakaran dan juga area terdampak asap kebakaran.

Misalnya adalah ketika dilakukan hujan buatan atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) demi memadamkan kebakaran hutan dan lahan (kahutla) yang saat ini melanda wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Kasubdit Analisis Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi menjelaskan bahwa air hujan yang turun ke bumi di area terdampak kebakaran akan berubah menjadi cairan asam.

"Di wilayah kahutla itu kan selain asap ada juga partikel debu di atas. Sehingga apabila terjadi hujan, hujan itu bersifat asam, karena dia ikut menurunkan debu yang di atas itu," kata Adi saat ditemui TribunnewsBogor.com di Gunungsindur Bogor, Senin (23/9/2019) sore.

Cairan asam ini kata dia, berbahaya bagi kesehatan khususnya kulit sensitif yang mana bisa menyebabkan gatal-gatal.

Selain itu, cairan asam ini juga berbahaya bagi tanaman.

"Hujan asam ini dalam tanda kutip, berbahaya bagi kesehatan sendiri. Bagi yang kulitnya sensitif itu bisa menjadi gatal. Bagi tanaman juga berbahaya. Artinya hujan ketika terjadi kebakaran hutan, ketika asap membumbung tinggi, walaupun membersihkan langit, tapi hujannya itu bukan hujan biasa, tapi hujan yang keasamannya relatif lebih tinggi dibanding hujan biasa," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat di area terdampak kebakaran dan juga para relawan yang terjun ke area terdampak kebakaran untuk berhati-hati khususnya untuk yang berkulit sensitif.

"Karena tingkat keasamannya tinggi, (diimbau) tidak langsung bersentuhan dengan hujan tersebut untuk beberapa orang yang sensitif karena bisa menimbulkan gatal. Kalau airnya dipakai untuk cuci muka bisa sedikit membuat iritasi juga bagi mata kita. Jika kita terkena hujan asam ini, bisa kita basuh menggunakan air bersih supaya terhindar dari gatalnya," ungkap Adi.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved