Ketua RW Bilang Terpaksa Warganya Membuang Sampah di Tepi Sungai Ciliwung: Tiap RT Bayar Rp150 Ribu

Saat ini, sampah yang menggunung di tepi sungai Ciliwung, Kampung Cilebut Lebak itu menjadi sorotan publik.

Ketua RW Bilang Terpaksa Warganya Membuang Sampah di Tepi Sungai Ciliwung: Tiap RT Bayar Rp150 Ribu
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Gunungan sampah di Kampung Cilebut Lebak, Desa Cilebut Timur Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (24/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Ketua RW 02 Kampung Cilebut Lebak, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Enjang Kaos berharap pemerintah dapat menemukan solusi terkait permasalahan sampah.

Menurutnya, warga terpaksa membuang sampah dilokasi tersebut lantaran tak ada respon dari pemerintah Kabupaten Bogor.

Saat ini, sampah yang menggunung di tepi sungai Ciliwung, Kampung Cilebut Lebak itu menjadi sorotan publik.

Tak hanya menimbulkan pemandangan yang buruk, tumpukan sampah itu berada tidak jauh dari sungai Ciliwung dan juga beberapa makam warga sekitar.

Enjang Kaos mengaku bahwa ia bersama warganya yang terdiri dari 5 RT itu, berinisiatif menyewa lahan guna dijadikan tempat pembuangan sampah.

"Utamanya warga kami ini tidak ada fasilitas penampungan dan pembuangan sampah yang mantap. Bukan artinya kita melanggar, tapi tidak adanya tempat membuat kami harus membuang sampah di sini," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (24/9/2019).

Lebih lanjut Enjang Kaos menjelaskan bahwa untuk biaya sewa lahan tersebut satu RT dikenakan biaya Rp 150 ribu/bulan.

"Warga per RT itu dikenakan biaya Rp 150 ribu/bulan. Itu untuk sewa lahan pembuangan sampah," jelasnya.

Ia pun mengaku bahwa selama satu minggu warga kerap membakar sampah yang dibuang sebanyak 3 kali.

Halaman
12
Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved