Kumuh & Sempat Jadi Lokasi Transaksi Narkoba, Kolong Flyover Cibinong Kini Berdiri Bangunan Mushola

Pembangunan mushola ini diprakarsai atas ide dari warga sekitar yang tak jauh dari lokasi flyover Cibinong, yakni Adi.

Kumuh & Sempat Jadi Lokasi Transaksi Narkoba, Kolong Flyover Cibinong Kini Berdiri Bangunan Mushola
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bangunan Mushola dibawah Flyover Cibinong 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kolong Flyover Cibinong, di Kampung Padurenan, RT 03/06, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor yang selama ini memiliki kesan negatif, kini tengah diubah total.

Di kawasan ini kini tengah dibangun sebuah Mushola berukuran sekitar 6x4 meter.

Padahal, kawasan itu sebelumnya cukup kumuh, tak terurus dan gelap.

Pembangunan mushola ini diprakarsai atas ide dari warga sekitar yang tak jauh dari lokasi flyover Cibinong, yakni Adi.

Adi mengaku bahwa sebelum pembangunan mushola dilakukan, ia harus mengurus surat izin ke pusat dan pemerintah daerah setempat.

Sebab, lokasi pembangunan mushola merupakan tanah milik Pemerintah Pusat.

"Saya presentasi ke RT, RW, Lurah, Camat, responnya luar biasa. Kita punya konsep lah, kita bikin taman, jadi bagus, jadi terang lah. Saya sudah ijin sampai ke pusat ini," kata Adi kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (26/9/2019).

Adi menunjukan musolah yang ada dibawah flyover Cibinong
Adi menunjukan musolah yang ada dibawah flyover Cibinong (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Selain itu, kata dia, sebelum pembangunan, kawasan itu juga sudah disurvey oleh pihak pusat.

Serta pembangunan mushola juga harus tidak mengganggu jalan flyover Jalan Raya Jakarta - Bogor tersebut.

Yakni dengan syarat bangunan mushola tidak boleh menyatu langsung dengan badan beton-beton flyover serta tidak boleh menggali sumur di area kolong flyover.

Pria yang berprofesi berjualan peralatan rumah samit ini menjelaskan bahwa alasan dibangunnya mushola ini karena citra kolong flyover Cibinong yang sudah terkesan negatif seperti tempat para pekerja seks komersial (PSK) dan tempat transaksi narkoba.

"Soal narkoba juga rame di sini. Artis Nunung juga orang suruhannya transaksinya di sini. Itu kan citranya udah jelek. Intinya di sini kan banyak anak punk juga, kita ajak pelan-pelan. Kalau kita larang gak mungkin. Kita carikan solusi, kita ajak nongkrong, gabung, bikin mereka nyaman, nanti kita tanya punya ide apa, bikin apa, kita support. Pelan-pelan ke depan mudah-mudahan nanti dapat hidayah, arahnya ke sana," kata Adi.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved