Sederet Penyebab Perceraian di Kabupaten Bogor Tahun 2019, dari Poligami hingga Mabuk-Mabukan

Angka perceraian pasangan suami istri di Kabupaten Bogor sejak Januari - Agustus 2019 telah mencapai 3.880 perceraian.

Sederet Penyebab Perceraian di Kabupaten Bogor Tahun 2019, dari Poligami hingga Mabuk-Mabukan
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pengadilan Agama Kelas 1A Cibinong, Kamis (26/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Angka perceraian pasangan suami istri di Kabupaten Bogor sejak Januari - Agustus 2019 mencapai 3.880 perceraian.

Penyebab terjadinya perceraian ini salah satu yang paling banyak adalah karena masalah ekonomi.

"Masalah yang paling tinggi adalah faktor ekokomi," kata Kepaniteraan Muda Pengadilan Agama Kelas 1A Cibinong, Teti Sunengsih, kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (26/9/2019).

Dia menjelaskan bahwa pihak Pengadilan Agama juga sudah berusaha untuk menekan angka perceraian dengan mediasi.

Namun media bisa dilakukan apabila kedua belah pihak hadir, namun kebanyakan hanya satu pihak yang hadir dalam persidangan.

"Dari pertama kali sidang sampai akhir selalu ada upaya damai. Hakim selalu berupaya dengan nasihat-nasihat. Tapi kalau kedua belah pihak sudah sepakat, ya kalau kedua-duanya sudah pengen pisah," katanya.

Berikut beberapa penyebab terjadinya perceraian di Kabupaten Bogor tahun 2019 yang terdata di Pengadilan Agama Cibinong.

1. Pertengkaran terus menerus: 2.356

2. Ekonomi: 65

3. Meninggalkan salah satu pihak: 27

4. Kekerasan Dalam Rumah Tangga: 5

5. Murtad: 5

6. Poligami: 1

7. Mabuk: 1

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved