PT INKA Lirik Kota Bogor untuk Pilot Project Penerapan Trem di Indonesia

Direktur Teknologi dan Komersil PT INKA Agung Sedaju mengatakan bahwa saat ini belum ada kota di Indonesia yang menggunakan transportasi trem.

PT INKA Lirik Kota Bogor untuk Pilot Project Penerapan Trem di Indonesia
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Direktur Teknologi dan Komersil PT INKA Agung Sedaju di Balaikota Bogor, Jumat (29/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Keseriusan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk membangun moda transportasi massal berbasis rel akan terlihat dari jadi atau tidaknya penerapan sistem transportasi berbasis rel jenis trem di Kota Bogor.

Jika moda transportasi berbasis rel tersebut berhasil diterapkan, maka Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang mengaplikasikan moda transportasi massal berbasis rel jenis Trem.

Direktur Teknologi dan Komersil PT INKA, Agung Sedaju mengatakan bahwa saat ini belum ada kota di Indonesia yang menggunakan transportasi trem.

Sempat Dikabarkan Hilang, Satu Mahasiswa Unida Bogor yang Demo Depan DPR Akhirnya Ditemukan

Untuk itu PT INKA pun mencoba menawarkan trem kepada Pemkot Bogor yang memiliki rencana membangun sarana dan prasarana moda transportasi berhasil rel jenis Trem.

"Belum ada (Kota di Indonesia yang menggunakan trem), kalau Bogor berjalan ini pertama kali di Indoensia, setiap kota butuh tapi belum ada yang benar-benar punya kemauan kuat seperti pak Bima Arya ini punya keinginan melayani masyatakat dengan Trem karena Kota Bogor sudah sangat macet," katanya usai Audiensi dengan Pemkot Bogor di Balaikota Bogor, Jumat (27/9/2019).

Mengenai kemungkinan Kota Bogor menerapkan moda transportasi trem, Agung mengatakan kondisi kontur tanah dan lebar jalan di Kota Bogor memungkinkan untuk diterapkannya trem.

Karena menurutnya trem tidak membutuhkan jalur khusus untuk berjalan di tengah pusat kota.

"Iya pertama jalannya karena trem kan lebih mudah karena tidak harus pisah kan, jalan Trem bisa dilewati jalan kendaraan biasa, 10 meter cukup, enam meter juga cukup, tergantung bagaimana mengelola antara penyampuran trem dan kendaraan umum," katanya

Meski demikian Kota Bogor harus menyiapkan lahan yang cukup luas untuk pembangunan Stasiun Trem, Depo Trem, serta rel lintasan trem di pusat kota.

Halaman
123
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved