Breaking News:

PT INKA Lirik Kota Bogor untuk Pilot Project Penerapan Trem di Indonesia

Direktur Teknologi dan Komersil PT INKA Agung Sedaju mengatakan bahwa saat ini belum ada kota di Indonesia yang menggunakan transportasi trem.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Direktur Teknologi dan Komersil PT INKA Agung Sedaju di Balaikota Bogor, Jumat (29/9/2019). 

Dana yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur trem pun tidak main-main karena dibutuhkan dana kurang lebih sekitar Rp 100 miliar.

"Ya sekitar Rp 100 miliar untuk infrastruktur itu belum termasuk trem satu trainset trem Rp 7,5 miliar," katanya.

Namun PT INKA pun memberikan tiga pilihan jika pemerintah Kota Bogor serius menggunakan moda transportasi trem.

"Ya terserah, kami menawarkan kalau diizinkan pemda kita akan biayai semua tapi nanti kami yang menarik mengoperasikan tiket, kalau pemda yang ingin mengelola ya silahkan ya, jadi ada tiga opsi pemda semua pemda prasarana dan inka keretanya atau inka semuanya monggo, tergantung pemda kalau Inka semua berarti Inka cari untung kalau pemda semua berarti pemda ingin melayani masyarakat," ucapnya.

Sementara itu sampai saat ini Pemkot Bogor belum bisa memastikan apakah trem dari PT Inka atau trem hibah dari Belanda yang akan diterapkan di Kota Bogor.

Pengakuan Bebby Fey Soal Tidur dengan Genderuwo, Kang Alam: Tadi Ada Di Sini Tapi Hanya Melihat

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa ada berbagai aspek yang harus diputuskan Pemkot Bogor sebelum memutuskan penerapan trem di Kota Bogor.

"Jadi yang harus segera diputuskan adalah pertama hitung-hitungan kebutuhan pembiayaan, kedua darimana pembiayaannya karena bisa dari Apbd bisa karena dengan dari PT Inka masuk diakal pembiayaannya, tapi ada opsi lain pembiayaannya dengan PT Inka sendiri sebagai operatornya atau pihak yang lain, jadi kita membicarakan itu tadi dengan PT Inka, mengenai tremnya darimana itu sambil jalan," ucapnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiartoi dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedi A Rachim di Balaikota Bogor, Jumat (27/9/2019).
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiartoi dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedi A Rachim di Balaikota Bogor, Jumat (27/9/2019). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Terkait trem hibah dari Belanda Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan bahwa untuk menggunakan hibah trem dari Belanda Pemkot Bogor harus mempertimbangkan biaya angkut dan biaya modifikasi trem.

"Belum tau ini kan lagi dihitung (biaya anternya), jadi istilahnya dihibahkan dengan biaya yang sangat ringan tapi kita harus menghitung biaya angkut biaya modifikasinya itu rencana awalnya dibawa ke Indoensia kemudian dimodifikasi oleh PT Inka supaya tadinya dari listrik jadi baterai karena kalau listrik kan mengganggu lainya,"katanya.

Meski belum memutuskan terkait kerjasama yang akan dibangun untuk membangun infrastruktur dan pengelolaan trem, Pemkot Bogor sudah membuat perencanaan operasional trem dengan empat koridor.

Halaman
123
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved