Mahasiwa IPB University dan Disperdagin Bogor Ajari Ribuan Siswa Cara Pilih Jajanan Sehat

Lebih dari 10.000 siswa secara bertahap mendapatkan edukasi tentang cara memilih makanan jajanan yang aman untuk dikonsumsi.

Mahasiwa IPB University dan Disperdagin Bogor Ajari Ribuan Siswa Cara Pilih Jajanan Sehat
Humas IPB
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin ) Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University melakukan Sosialisasi Perlindungan Konsumen. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Di tengah semakin maraknya berbagai jajanan anak sekolah dan semakin besarnya kemungkinan penggunaan bahan-bahan yang membahayakan kesehatan seperti formalin, borak, pewarna tekstil dan bahan tambahan pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin ) Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University melakukan Sosialisasi Perlindungan Konsumen.

Kegiatan ini menyasar 30 sekolah SD dan SMP di delapan kecamatan di Kabupaten Bogor.

Kedelapan kecamatan tersebut adalah Kecamatan Cibinong, Bojong Gede, Citeureup, Ciawi, Megamendung, Cisarua, Cileungsi, dan Kalapa Nunggal.

Lebih dari 10.000 siswa secara bertahap mendapatkan edukasi tentang cara memilih makanan jajanan yang aman untuk dikonsumsi.

Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Agustus 2019 hingga 4 Oktober 2019 mendatang.

Kepala Bidang Tertib Niaga, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Lundris, MPH menyampaikan bahwa jajanan yang beredar di lingkungan sekolah sangatlah beragam, namun terkadang anak-anak hanya memilih yang menarik bagi mereka.

Anak-anak tidak mengetahui jajanan yang baik dan buruk untuk kesehatan.

Kurangnya informasi tentang jajanan sehat, membuat anak-anak sebagai konsumen sangat dirugikan.

“Kami ingin melindungi anak-anak sekolah, khususnya di Kabupaten Bogor dari makanan jajanan yang berbahaya. Untuk itu, kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk membekali anak-anak dengan kemampuan mengenali jajanan yang berbahaya. Dalam hal ini kami harapkan pihak sekolah sendiri dapat melakukan pengawasan rutin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Seksi Bina Tata Niaga, Rosmanidar menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari DPRD dan Bappeda Kabupaten Bogor.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved