Dikritik PM Malaysia soal Penanganan Kebakaran Hutan, Ini Kata Jusuf Kalla

Lebih lanjut, JK menegaskan bahwa tidak ada pembahasan mengenai kebakaran hutan di Indonesia selama berlangsungnya Sidang Umum PBB.

Dikritik PM Malaysia soal Penanganan Kebakaran Hutan, Ini Kata Jusuf Kalla
Kompas.com
Kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan disejumlah titik di Kalsel, Sabtu (7/9/2019).(KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan bahwa Indonesia tidak berdiam diri dalam masalah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Berbicara kepada wartawan di New York, JK menyebut pemerintah Indonesia sudah berbuat banyak hal untuk mengatasi kebakaran hutan.

"Indonesia sudah mengerahkan 40 helikopter dan 40 pesawat untuk mengurangi itu (kebakaran hutan), terbesar dalam upaya operasi kita," ujar JK menjawab pertanyaan wartawan.

Namun, JK mengingatkan bahwa meski kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia banyak disebut disebabkan pembakaran untuk pembersihan lahan, namun tetap tidak lepas dari faktor alam, yakni angin yang membawa kabut asap hingga ke negara tetangga.

"Korban terbesar (kebakaran hutan) adalah Indonesia, juga penduduk Indonesia. Tapi bahwa itu arah angin mengarah ke Malaysia, bagaimana kita kontrol?"

"Kita tidak ada maksud untuk itu kan? Bahwa anginnya ke barat atau ke timur," kata JK.

Pernyataan JK tersebut menanggapi kritik yang sempat dilontarkan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Mahathir sempat mempertanyakan alasan pemerintah Indonesia menolak tawaran bantuan dari Malaysia untuk mengatasi kebakaran hutan.

Foto Lama Pertemuan Najwa Shihab dengan Tommy Soeharto, Ini Klarifikasinya

Remaja 17 Tahun di Lombok Curi Uang Rp 300 Juta, Ditangkap Saat Sedang Makan Bakso

Menurut Mahathir, hal itu lantaran sistem dunia saat ini yang membuat dunia memaksa negara tropis untuk bertindak mengatasi kebakaran hutan.

"Anda bisa menyalahkan Indonesia. Anda bisa mengkritik mereka. Tetapi mereka tidak akan bertindak apa pun dalam mengatasi kabut asap," ujar Mahathir saat itu.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved