Breaking News:

Demo RKUHP

Minta Provokator Kerusuhan Ditangkap, Iwan Fals: Jangan Cuma Ngomong Ditunggangi, Malah Bikin Keruh

Menurut Iwan Fals, jika pemerintah sudah tahu aksi Mahasiswa ditunggangi maka sebainya pelaku ditangkap, agar tidak membuat susana makin keruh.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Artis musik Iwan Wals diabadikan di kawasan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2015). 

Ia mengatakan, dari peta yang ia buat bisa terlihat apakah keramaian yang terjadi di media sosial merupakan keramaian dari mahasiswa ataukah berasal dari mereka yang menunggangi.

“Jadi saat ada tuduhan mahasiswa ditunggangi khilafah dan turunkan Jokowi, dari peta yang saya buat kelihatan sekali. Khilafah yang bicara lain, dan turunkan Jokowi juga lain. Bukan mahasiswa,” paparnya.

Dari data tersebut menurutnya jelas bahwa tindakan mahasiswa murni gerakan mereka.

Ogah Jadi Anggota DPR, Ruben Onsu: Saya Mau Jadi Menteri Tenaga Kerja

Ini Penyebab Laga Persija Jakarta vs Persela Lamongan Harus Ditunda

Data tersebut tak bisa dibohongi lantaran data didapatkan berdasarkan pengamatan terhadap kesukaan seseorang di media sosial.

“Karena orang bicara, berinteraksi di media sosial sesuai kesukaan dia, kesepakatan dia,” ucapnya.

Dari pengamatannya, mahasiswa tak akan turun dalam keramaian-keramaian media sosial yang gagasannya tidak ia sepakati.

Sehingga mereka tak akan bisa digerakkan ke arah tertentu.

Ismail juga menyampaikan melihat aktivitas publik di media sosial, respons orang-orang yang notabene berusia di atas mahasiswa, mayoritas cenderung bangga.

Mereka banyak yang terkejut mengingat image buruk tentang mahasiswa sekarang terpatahkan.

Pihaknya juga menilai ini juga bisa jadi harapan baru yang menunjukkan bahwa mereka masih peduli.

“Yang menarik isu RUU yang biasanya nyaris sepi di medsos, yang biasanya hanya dibicarakan orang LSM atau LBH karena urusan hukum banyak yang tak paham. Begitu mahasiswa turun orang-orang jadi belajar,” paparnya lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejak era pemilu, media sosial seolah terpecah menjadi dua.

Namun semenjak aksi mahasiswa muncul peta percakapan baru dari kelompok kalangan anak-anak muda, dan itu terus bertambah.

Hal tersebut menurutnya tak akan mengalami peningkatan, seandainya kemarin tak ada aksi mahasiswa yang turun ke lapangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved