Breaking News:

Banyak yang Meledek Aksi Anak STM, Rocky Gerung Justru Respect: Indonesia Milik Mereka ke Depan

Menurut Rocky Gerung, tak seharusnya aksi para pelajar STM itu ditanggapi dengan ledekan, sebab Indonesia adalah milik mereka di masa depan.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Youtube/Rocky Gerung Official
Rocky Gerung soal anak STM demo 

Banyak yang Meledek Aksi Anak STM, Rocky Gerung Justru Respect: Indonesia Milik Mereka ke Depan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Rocky Gerung menyatakan respect kepada pelajar Sekolah Teknik Mesin (STM) yang ikut demo di Senayan, Jakarta beberapa hari yang lalu.

Menurut Rocky Gerung, hal itu merupakan fenomena baru, sekaligus memperlihatkan bahwa politik itu tidak lagi didominasi oleh pikiran-pikiran generasi 80-90an.

"Tiba-tiba ada generasi Z yang mengambil alih isu politik tanpa hitungan atau kalkulasi-kalkulasi konvensional, siapa oposisi, siapa penguasa, jadi ini satu gejala yang memperlihatkan bahwa Indonesia itu nggak kekurangan ide sebetulnya di dalam politik," ujar Rocky Gerung dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Rocky Gerung Official, Rabu (2/10/2019).

Lebih lanjut Rocky Gerung juga mengatakan kalau kelebihan dari para pelajar STM itu yakni dalam dua hari langsung paham apa yang sedang terjadi.

"Tanpa ikut kuliah profesor politik, tanpa bergerombol di sekitar partai politik. Dia tahu apa yang ingin dia ucapkan," katanya.

Menurutnya, generasi ini benar-benar lepas dari segala macam isu yang jadi kasak kusuk para politisi.

"Mereka cuma ingin supaya suara mereka didengar. Satu native demokrasi, mereka betul-betul tumbuh dari kecerdasan digital yang memang hidupnya bukan ditentukan, dia mengkonsumsi sekaligus memproduksi isu melalui fasilitas digital society ini," jelasnya.

Hal itu, kata Rocky Gerung, tidak mungkin dilakukan oleh kekuasaan.

"Karena wilayah digital itu melampaui batas siapapun, melampaui hasil rapat partai manapun. Jadi dia akan menguasai politik hari-hari ini karena dia akhirnya merasa terwakili oleh militansi, anak-anak STM ini," katanya.

Bukan militansi secara fisik, ujarnya, tapi para pelajar STM ini mengidentifikasikan diri sebagai generasi yang menginginkan Indonesia bersih.

Mahasiswa Ini Jawab Pernyataan Wiranto Soal Demo Disusupi Islam Radikal, Rocky Gerung Tertawa Puas

Aliansi BEM se-Indonesia Tolak Pertemuan dengan Jokowi di Istana, Rocky Gerung: Cerdas dan Cerdik

"Apapun ledekan orang terhadap anak STM, mereka kompak dalam satu isu yaitu Indonesia haru bersih, karena Indonesia adalah milik mereka ke depan," katanya.

Kemudian Rocky Gerung juga menanggapi pertanyaan soal istilah zero to hero yang pantas diberikan kepada para anak STM tersebut.

Menurut Rocky Gerung, para pelajar STM itu sudah melampaui hero.

"Dua hari lalu dia adrenalinnya heroik, tetapi saya perhatikan belakangan mereka mulai mengerti bahwa mereka sebetulnya yang akan mengambil alih kepemimpinan di masa depan," ujarnya.

"Jadi dia bukan sekedar hero tapi potensial leaders," tambahnya.

Rocky Gerung juga mengatakan bahwa sejarah itu menciptakan dan membentuk pemimpinnya sendiri.

"Kita bayangkan misalnya 2024, pilpres berikutnya, mereka jadi orator politik yang mampu mengingatkan ulang bahwa mereka pernah di 2019 ada di jalanan. Jadi dia berhak untuk ikut di kompetisi pilpres nanti dengan pengalaman di 2019 ini, jadi kita mesti membayangkan itu," ungkapnya.

Ia pun mengatakan kalau kecerdasan para pelajar itu sudah cukup diasah selama lima tahun ke depan.

"Dan mungkin dalam beberapa hal mereka sudah melampaui kemampuan analis para jurnalis istana," tambahnya.

Rocky Gerung juga menilai bahwa reaksi publik justru produktif dan positif terhadap gerakan ini, bahkan dunia nasional juga membaca itu dalam banyak.

Megawati Buang Muka Depan Surya Paloh, Politisi PDI-P : Saya Juga Sering

Viral Video Megawati Buang Muka di Depan Surya Paloh, Ini Ekspresi AHY Saat Uluran Tangannya Ditolak

"Orang kaget seolah-olah ada semacam koordinasi antara gerakan milenial di Hong Kong dan Indonesia, dengan sendirinya kita musti angga begitu. Tapi dengan isu yang sama tentang keadilan sosial, dan pada mereka saya memberi respect," tandasnya.

Selanjutnya, Rocky Gerung juga merespon soal adanya isu akan muncul Partai STM.

"Pimpinan-pimpinan partainya sudah lahir, tinggal organisasinya, dan saya kira dalam waktu dekat karena problem politik ekonomi kita masih akan terus berlanjut, bahkan kita bisa prediksi menuju krisis, partai yang disebut "Partai STM" ini akan mengambil konstituen melampaui identitas STM ini, yaitu kelas menengah yang merasa terjepit secara ekonomi, intelektual kampus yang menganggap bahwa beroposisi itu adalah hak kampus," bebernya.

Intinya, kata dia, para pelajar STM ini mempelopori gerakan yang boleh disebut sebagai revolusi mental.

"Bukan dalam pengertian yang di istana, mereka sendiri merevolusi mentalnya untuk jadi pelopor-pelopor perbaharuan republik," tandasnya.

Datang Bergerombol

Media sosial dihebohkan oleh video dan foto gerombolan siswa STM yang ikut turun ke jalanan membantu mahasiswa dalam demo penolakan sejumlah Rancangan Undang-Undang ( RUU) di depan Gedung DPR, Selasa (24/9/2019).

Video dan foto tersebut bahkan menjadi trending topic di Twitter.

Hingga hari ini, Rabu (25/9/2019), sebanyak 138 ribu pengguna Twitter masih memperbincangkan topik seputar " Anak STM" yang turut serta dalam aksi tersebut.

Sebagian besar dari netizen Indonesia mengungkapkan rasa bangganya terhadap kepedulian para siswa STM yang iku turun ke jalan.

"Anak STM melek Politik juga ternyata. Mantab, tinggalkan PKL. Saatnya turun ke jalan. Indonesia sedang tidak baik - baik saja," tulis salah satu pengguna Twitter.

Ramai Diperbincangkan WA Grup STM Diduga Berisi Nomor Polisi, Tim Cyber Identifikasi Akun Penyebar

Gadis 14 Tahun di Probolinggo Dicabuli Ayah Tiri, Dituduh Pelakor Oleh Ibu hingga Diusuri dari Rumah

Pengguna twitter dengan nama akun @andripst juga mengunggah foto mengenai keikutsertaan anak STM dalam aksi tersebut.

"Banyak anak SMA dan STM di aksi tadi, bahkan hingga malam. Mereka bertahan, kelompok mereka sangat solid, dan beberapa ada yang bantuin peserta aksi yang jatuh dan tumbang karena tembakan gas air mata. Saya salah satunya. Terima kasih dan salam hormat untuk mereka semua," tulisnya.

Lalu, bagaimana fakta yang terjadi?

Saat dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (25/9/2019), pria bernama Andri Presetiyo itu mengatakan peristiwa yang yang diabadikan dalam foto tersebut terjadi di daerah seputar jembatan Slipi, Jakarta Pusat.

"Saya di lokasi sejak pagi dan saya yang mengambil gambar itu. Itu kejadiannya di jembatan setelah jembatan Slipi arah DPR," ucap Andri.

Andri bercerita, rombongan anak STM tersebut datang ke lokasi pada hari Selasa (23/9/2019) sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

"Sekarang sudah kondusif. Semalam termasuk anak STM bubar pukul 23.00," ucap Andri.

Hal senada juga diucapkan oleh Salman Al Fathan dari Bem FISIP UI yang ikut serta dalam aksi tersebut.

Salman membenarkan adanya gerombolan anak STM yang ikut serta dalam aksi tersebut.

"Mereka datang di daerah sekitar JPO yang deket gerbang DPR sebelah kanan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/9/2019).

Dipancing Nafa Urbach Pakai Pertanyaan Begini, Lucinta Luna Malah Keceplosan Akui Dirinya Laki-laki

Yasonna Laoly : Sebaiknya Presiden Jokowi Jangan Terbitkan Perppu KPK

Mahasiswa yang menjabat sebagai Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis Bem FISIP UI ini bercerita, jika siswa STM tersebut datang bergerombol dan saling menyusul.

"Mereka gerombolan dan saling menyusul. Ada yang datang jam 4 sore ada yang jam 5 sore. Satu rombongan, yang kemarin saya lihat, ada sekitar 20 orang," tambahnya.

Salman mengungkapkan rasa bangganya kepada siswa STM yang bersedia ikut turun ke jalanan untuk membantu para mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya.

Menurutnya, ini tanda bahwa isu penolakan UU KPK dan RKUHP sudah membuMi sehingga siswa-siwa STM ikut peduli.

Namun, Salman menyayangkan tidak adanya koordinasi dengan koordinator di lapangan.

"Saya salut sama mereka. Ini tandanya mereka ikut peduli dengan apa yang terjadi dengan negara ini. Sayangnya, mereka tidak dalam koordinasi dengan koordinator lapangan sehingga ada sedikit keributan juga," ujar dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait adanya anak STM yang turun ke jalan, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan menjawab singkat dan mengaku tidak mengetahui persis peristiwa tersebut.

"Saya belum tahu. Itu di mana? Saya belum dapat info," ujarnya melalui aplikasi pesan WhatsApp setelah ditelepon beberapa kali, Rabu (25/9/2019).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved