Demo Tolak RKUHP

Jadi Tersangka Pemasok Bom Molotov, Dosen IPB Diberhentikan Sementara, Rektor Tunggu Surat Resmi

Mohammad Nasir menambahkan, pemberhentian sementara itu akan berlaku sampai ada keputusan pengadilan.

Kompas.com
Pelajar melakukan Aksi Tolak RUKHP di Belakang Gedung DPR/MPR, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Abdul Basith, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menjadi tersangka kasus dugaan memasok bom molotov untuk aksi mujahid 212 akan diberhentikan sementara.

"Kalau memang sudah ditetapkan, sikap pemerintah jelas sesuai UU dan aturan yang ada, mereka harus diberhentikan sementara dari PNS-nya. Tidak boleh lagi. Harus berhenti sementara," kata Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Mohammad Nasir menambahkan, pemberhentian sementara itu akan berlaku sampai ada keputusan pengadilan.

Jika Abdul Basith nantinya memang dinyatakan bersalah oleh pengadilan, maka yang bersangkutan akan diberhentikan secara tetap.

Polisi Amankan Remaja Pembawa Bendera yang Fotonya Viral Saat Demo Depan DPR

"Kalau dalam hal ini ada tindak pidana dan kemudian diputuskan hukum secara pasti apabila dia harus dipenjara katakanlah lebih dari 2 tahun, maka harus pemberhentian atau pemecatan sebagai PNS," kata Mohammad Nasir.

IPB Tunggu Surat Resmi

Sementara itu, rektor IPB Arif Satria mengaku pihaknya masih menunggu surat resmi dari kepolisian terkait kasus yang menjerat Abdul Basith.

Surat itu akan menjadi dasar hukum bagi IPB memberhentikan Abdul Basith sementara dari status dosen dan PNS.

Soal Penangkapan Dosen IPB, Ini Penjelasan Polri

"Jadi sekarang kami menunggu surat resmi dari kepolisian sebagai dasar untuk non aktifkan sementara karena itu aturan dalam manajemen kepegawaian. Itu peraturan pemerintah," ujar Arif Satria.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith, beserta sembilan rekannya sebagai tersangka.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved