Menteri Pertanian: Dulu Sering Dikatakan Kekurangan Beras, Hari Ini Beras Kita Melimpah

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menceritakan bahwa dulu Indonesia sering dikatakan kekurangan beras.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman saat hadiri Kongres Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI) di IPB International Convention Centre Mal Botaniq Square, Kota Bogor, Kamis (3/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menceritakan bahwa dulu Indonesia sering dikatakan kekurangan beras.

Namun menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat ini Indonesia sudah berlimpah beras.

Bahkan Amran menyebut bahwa tahun ini pemerintah tidak melakukan impor beras.

"Kita tau pangan kita hari ini, dulu sering dikatakan kekurangan beras, hari ini beras kita melimpah, ini bukan hal yang ringan untuk mencapai swasembada apalagi sampai berdaulat pangan hari ini karena kita tahun ini tidak import tapi gudang kita sudah penuh bahkan ada di beberapa provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sulsel dan NTT juga kami terima laporan dari komisi empat bahwa merauke juga gudangnya penuh ini bukan hal yang mudah dipemerintahan Jokowi-Jk ini termasuk kontribusi," katanya Kamis (3/10/2019) di Bogor.

Tak hanya itu Amran juga bercerita bahwa dua tahun menjabat dirinya di-bully dan diejek, tapi saat ini Kementerian Pertanian membuktikan bahwa Indonesia sudah bisa mencapai swasembada beras

Bahkan untuk menampung hasil panen para petani pemerintah harus menyewa gudang penyimpanan.

"Pertama alhamdulillah capaian kita beras yang selalu ramai diperbincangkan selama empat tahun hari ini kita, stok kita melimpah dan kita sudah sewa gudang Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTT, lampung dan sulsel itu menunjukan bahwa produksi kita aman kemudian yang lain juga aman," katanya.

Dari laporan yang diterimannya dari bulog saat beras terus bertambah bahkan sampai mencapai 2,5 juta ton.

"2,5 juta ton laporan dari dirut bulog, sudah mulai sejak Januari sampai hari ini malah bertamabah dari Januari itu 2jutaan sekarang naik 2,5 kedepan ini panen bisa jadi naik dan kita harus siapkan juga," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved