Breaking News:

Laporan dari Wamena

Trauma karena Kerusuhan, Pengungsi di Jayapura Berharap Bisa Kembali ke Wamena

Pasca kerusuhan di Wamena pada 23 September 2019 lalu, ribuan masyarakat yang tinggal di sana memilih meninggalkan Wamena.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Suasana di Posko Pengungsian Wamena di Sentani, Jayapura. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SENTANI - Pasca kerusuhan di Wamena pada 23 September 2019 lalu, ribuan masyarakat yang tinggal di sana memilih meninggalkan Wamena.

Masyarakat yang meninggalkan Wamena ini pulang ke keluarganya masing-masing dan sebagian juga mengungsi di kawasan Jayapura.

Rata-rata dari mereka ingin sekali meninggalkan Wamena untuk sementara waktu.

Karena mereka masih punya keinginan untuk kembali ke Wamena dengan berbagai faktor seperti sudah lama tinggal di Wamena dan yang lainnya.

Salah satu pengungsi di Jayapura, Satria (40), mengaku bahwa untuk sementara dia ingin pulang ke kampung halamannya di Padang.

"Saya ingin pulang dulu ke Padang," kata Satria saat ditemui TribunnewsBogor.com di Posko Pengungsian Al Aqsha, Sentani, Jayapura, Rabu (2/10/2019).

Namun, jika memungkinkan, Satria mengaku tetap ingin kembali ke Wamena karena ia sudah membuka usaha di sana sejak lama.

Anak-anaknya, kata dia, juga merupakan kelahiran Wamena dan sudah terbiasa hidup di Wamena.

"Kemungkinan balik lagi ke Wamena karena mata pencaharian kita di sana," kata Satria.

Terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan bahwa TNI dan Polri siap untuk menjamin keamanan masyarakat di Wamena dan sekitarnya.

Namun, karena peristiwa kerusuhan kemarin merupakan kejadian luar biasa, hal ini menimbulkan rasa trauma seperti yang dirasakan para pengungsi di Sentani.

"Trauma ini yang kita sedang buat trauma healing untuk anak-anak dan ibu-ibu. Ada Petugas sedang bekerja untuk memberikan ketenangan bagi mereka. Mudah-mudahan dalam waktu cepat mereka bisa menyadari tentang kejadian itu dan saudara yang akan kembali ke kampung halaman kami harap sebentar saja dan bisa kembali berusaha bekerja," ungkap Paulus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved