Sudjiwo Tedjo Ungkap Alasan Beri Gelar Putri Reformasi ke Dian Sastro: Ini Pesan Sindiran dari Saya

Menurut Sudjiwo Tedjo, pemberian gelar Putri Reformasi kepada Dian Sastro adalah bentuk sindiran kepada pemerintah.

Kolase Instagram Sudjiwo Tedjo dan Dian Sastro
Sudjiwo Tedjo dan Dian Sastro 

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Indonesia Lawyers Club Jumat (4/10/2019), Sudjiwo Tedjo pemberian gelar itu karena tuduhan yang disampaikan oleh Yasonna Laoly.

"Ya, saya angkat sebagai putri reformasi karena dia dituduh oleh salah seorang menteri bahwa belum membaca RUU sehingga tampak bodoh," kata Sudjiwo Tedjo.

Padahal menurut Sudjiwo Tedjo, adalah hal yang wajar jika rakyat belum membaca isi RHUKP secara keseluruhan.

"Saya kira memang tidak seluruh raykat, apalagi rakyat, mungkin anggota DPR sendiri atau eksekutif sendiri juga belum membaca total," katanya.

Lebih lanjut Sudjiwo Tedjo mengatakan dirinya salut dengan Dian Sastro yang tetap menyuarakan aspirasinya.

"Jadi rakyat bolehlah dia tahu dari ahli-ahli hukum, media massa, saya kira cukuplah. Karena dia tetap menyuarakan aspirasi itu, saya angkat sebagai Putri Reformasi," ungkapnya lagi.

Doakan Anggota Dewan yang Terpilih, Fahri Hamzah: Kalau Sudah Kerja dan Gagal Kita Gebuk Ramai-ramai

Kesedihan Maspupah Anaknya Tewas di Tengah Rusuh Sekitar DPR, Janggal dengan Kondisi Jasad Sang Anak

Selain itu menurut dia, pemberian gelar itu juga sebagai sindiran karena Jokowi diberi gelar Putra Reformasi.

"Karena Pak Jokowi kan mau diangkat jadi Putra Reformasi oleh sebuah kampus, jadi yaudah saya kira pesan sindiran dari saya bahwa kalau ada putra reformasi kan harus ada putri reformasi," jelasnya.

Tak hanya itu, Sudjiwo Tedjo juga ditanya soal Tweet-nya yang menyebut kalau demo Mahasiswa sebagai bentuk kuliah konkret.

"Demo itu kan bagian dari kuliah yang konkrit, kuliah itu kan bagaimana kita mencari penghidupan untuk kuliah, tapi kalau demo itu pengetahuan kita, pengenalan tentang kehidupan. Jadi intinya gini, kampus itu tidak memberikan pelajaran tentang kehidupan, tapi memberikan pelajaran tentang penghidupan, mata pencaharian dan lain sebagainya, dan kehidupan harus dicari di luar antara lain demo itu," bebernya.

Ia pun menganggap kalau aksi Mahasiswa menggelar demo itu adalah wajar.

"Tapi semua nggak bisa menyelesaikan masalah, karena masalah selesai kalau kita sudah mati. Artinya kuliah jalan, yang lain-lain jalan, demo jalan jangan disalahkan, toh demo juga konstitusional, gitu aja," kata dia.

Dian Sastro VS Yanonna Laoly

Perang kata terjadi antara artis peran Dian Sastrowardoyo dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved