Wacana Bangun Smart City, BUMD Jakarta Lirik BUMD Kota Bogor

Bidang yang bisa dikerjakan Jakpro pun tak hanya dibidang properti namun juga bergerak dibidang infrastruktur.

Wacana Bangun Smart City, BUMD Jakarta Lirik BUMD Kota Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKi Jakarta PT Jakarta Propertindo melirik peluang kerjasama bisnis dengan BUMD yang dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta PT Jakarta Propertindo melirik peluang kerjasama bisnis dengan BUMD yang dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Untuk menjajaki kemungkinan kerjasama tersebut PT Jakarta Propertindo melakukan pertemuan dengan Pemkot Bogor pada Kamis (3/10/2019) kemarin.

President Director Jakarta Infrastruktur Propertindo Gunung Kartiko menjelaskan bahwa Jakpro merupakan BUMD DKI Jakarta yang memiliki aset terbesar di Jakarta.

Bidang yang bisa dikerjakan Jakpro pun tak hanya dibidang properti namun juga bergerak dibidang infrastruktur.

"Jakpro portofolionya banyak bukan hanya property tapi fintech, infrastruktur, Utilitas jadi kerja sama itu yang sudah dibicarakan pak gubernur dan wali kota," katanya.

Gunung Kartiko President Director Jakarta Infrastruktur Propertindo mengatakan bahwa ada peluang kerjasama yang mungkin dilakukan diantaranya adalah konsep smart city yang digagas oleh Pemkot Bogor.

"Yang potensi dikerjakan soal sampah dan smart city, kebutuhan smart city potensi cukup besr. Kalau kebutuhan Jakarta Dan Bogor beda Jakarta APBD besar Ada sisa apbd yang dilaksanakan untuk kemaslahatan masyarakat. Kalau disini bagaimana mensejahterakan masyarakat juga menaikkan apbd kalau smart city termasuk ducting itu selain peralihan kota ada juga kemaslahatan pamanfaatn wifi juga," katanya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Dedie A Rachim menjelaskan bahwa Jakpro menawarkan skema investasi pembangunan ducting jadi semua kabel kabel jaringan atas, mereka menawarkan untuk ditata ulang dimasukan ke dalam duct bawah tanah

"Iya jadi keindahan kotanya terjaga kemudian kota mendapatkan juga income dari retribusi kalau selama ini kan hampir tidak ada kan mereka menawarkan skema investasi terus juga mereka menawarkan juga sistem peningkatan sistem pad melalui alat taping boks," katanya.

Meski demikian Wakil Wali Kota Dedie A Rachim menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa meastikan kapan kerjasama tersebut dilakukan.

"Iya nanti kita lihat mereka ini kan menawarkan alternatif mereka menawarkan ke BUMd Kota Bogor sementara kan sekarang bumd yang sehat hanya tiga sementara satu masih coba kita sehatkan," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved