Breaking News:

Pengungsi Kerusuhan Wamena Siap Kembali Jika Sudah Aman dan Rumah Dibangun

Namun, ia bersama keluarga tetap bertahan di Wamena dan tidak kembali ke kampung halaman di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Suasana di Posko Pengungsian Wamena di Sentani, Jayapura, Kamis (3/10/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sejumlah pengungsi korban kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengaku bersedia kembali jika situasi sudah aman dan rumah mereka kembali dibangun.

"Bertahan di sini dulu sudah," kata Fani, warga asal Toraja yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya, Wamena, Sabtu (5/10/2019), seperti dikutip Antara.

Fani bersama tiga anak dan suaminya terpaksa mengungsi karena rumah mereka di Distrik Hom-Hom rata dengan tanah karena terbakar saat terjadi kerusuhan pada 23 September 2019.

Namun, ia bersama keluarga tetap bertahan di Wamena dan tidak kembali ke kampung halaman di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

ia merasa masih punya harapan untuk tetap tinggal di Papua.

Selain itu, untuk pulang kampung, dibutuhkan biaya yang besar.

Sementara mereka tidak memiliki harta benda lagi karena semuanya sudah terbakar bersama kediamannya.

Hal senada disampaikan Damaris yang juga mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya.

"Rencana untuk pulang ke rumah. Mereka yang tidak pulang karena rumahnya sudah habis terbakar," kata Damaris.

 Yang terpenting bagi mereka adalah situasi keamanan yang kondusif dan bantuan pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved