Diduga Karena Cinta Segitiga, Sopir Angkot di Depok Tewas Dibunuh

Kejadian berawal ketika korban menghampiri Heru di sebuah kos-kosan temannya yang berjarak sekitar 100 meter

Diduga Karena Cinta Segitiga, Sopir Angkot di Depok Tewas Dibunuh
Tribunnews.com/Ilustrasi
Ilustrasi Tewas 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sedikit demi sedikit kasus pembunuhan sopir angkot di Palsigunung, Tugu, Cimanggis, Depok, mulai terkuak.

Meski mengaku masih terus mendalami melalui pemeriksaan pelaku yakni Heru Saputra (34) dan saksi-saksi, namun Kapolsek Cimanggis, AKP Bagus Panuntun mengatakan, ada kemungkinan motif pembunuhan terkait asmara.

"Ya memang mungkin saja karena cinta segitiga tapi kami masih belum bisa memastikan karena masih diperiksa pelaku maupun saksi," kata Bagus saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin (7/10/2019).

Bagus menceritakan kembali secara detil kronologis kejadian pembunuhan yang menewaskan Jimi Wijaya (32), seorang sopir angkot 112 Jurusan Kampung Rambutan-Depok pada Senin (7/10/2019) sekitar pukul 03.30.

Kejadian berawal ketika korban menghampiri Heru di sebuah kos-kosan temannya yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat ditemukannya mayat Jimi.

Seorang Pria Tewas Depan Toko Beras usai Terdengar Cekcok, Ini Identitasnya

Terjadi percekcokan diantara keduanya yang terjadi di depan area kos-kosan, Bagus mengaku masih belum diketahui pemicu percekcokan tersebut.

"Heru juga sopir angkot, setelah pulang narik, sekitar tengah malam, Heru pulang ke kosan temannya, di kosan itu juga ada pacarnya," kata Bagus.

Namun lantarab dihampiri Jimi, Heru lantas keluar menemui Jimi, setelah terdengar cekcok, tak berapa lama suara bising keduanya tak terdengar lagi.

Pelaku dikatakan Bagus menancapkan pisau ke dada kiri korban, korban pun lantas lari menyelamatkan diri menghindari Heru.

"Heru kemudian mengejar korban, tapi kemudian korban sepertinya kekurangan darah akibat luka tusuk, lalu berdiri, duduk bersandar, akhirnya jatuh tersungkur, meninggal," papar Bagus.

Pacar pelaku yakni Desi Natalia yang dikatakan Bagus dijadikan sebagai saksi, mengaku tak mengetahui bila Heru ternyata sempat menusuk korban.

Pelaku dan Desi pun kemudian pulang ke rumah Desi yang berada di kawasan Lenteng Agung, tepatnya di seberang Stasiun Lenteng Agung arah ke Depok.

"Antara pelaku, pacar pelaku dan korban ini saling kenal. Tapi apakah pacarnya ini terlibat, masih kami dalami terus," ujar Bagus.

Korban tercatat sebagai warga Kalideres, Jakarta Barat, namun setelah dilakukan penelusuran oleh Warta Kota, diketahui korban sudah enam tahun tidak tinggal di alamat tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Bagus mengaku belum mengetahui secara pasti dimana tempat tinggal korban sebenarnya.

"Tapi, kami sudah mendapatkan informasi bahwa ada pihak yang mengaku keluarga korban untuk mengambil jenazah korban di RS Polri (Kramat Jati), tentunya setelah selesai di autopsi ya," kata Bagus.

Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved