Aturan Ganjil Genap Tak Bisa Diterapkan di Jalur Puncak, BPTJ: Bisa Menumbuhkan Masalah Baru

Namun tidak semua wilayah cocok menerapkan aturan itu, seperti di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Aturan Ganjil Genap Tak Bisa Diterapkan di Jalur Puncak, BPTJ: Bisa Menumbuhkan Masalah Baru
Dokumentasi Polres Bogor
Kendaraan dari Jakarta sudah memadati jalur Puncak Bogor sejak pukul 06.00 WIB, Sabtu (14/4/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap diklaim merupakan cara paling efektif untuk mengurai kemacetan di DKI Jakarta.

Namun tidak semua wilayah cocok menerapkan aturan itu, seperti di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ) Budi Rahardjo mengatakan, risiko pemberlakuan sistem ganjil genap adalah terbatasnya mobilitas dan aktifitas warga setempat.

Sebab, sistem diskriminasi tersebut berlaku secara menyeluruh.

"Artinya, semua kendaraan kecuali yang dapat pengecualian, akan dibatasi mobilitasnya. Sehingga, mobilitas dan aktifitas warga yang selama ini sudah cukup terganggu akan berdampak. Maka tidak bisa diterapkan (ganjil genap)," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

jaja

Sejumlah pemudik motor melewati jalan raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (18/6/2018).

Memasuki H+3 Lebaran, arus balik yang melalui jalur Puncak, Bogor mulai didominasi pemudik motor yang berasal dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya.

Sejumlah pemudik motor melewati jalan raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (18/6/2018). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik yang melalui jalur Puncak, Bogor mulai didominasi pemudik motor yang berasal dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya.(ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)

Budi menjelaskan, tujuan kajian bersama Pemda Kabupaten Bogor, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Kepolisian serta warga sekitar beberapa waktu lalu, yang terangkum dalam program Save Puncak, ialah untuk mengurai kepadatan kendaraan di Kawasan Puncak.

"Jadi bukan serta-merta menumpas kemacetan, tetapi adalah cara untuk membuka opsi lain seperti pemindahan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi masal, bagi warga yang ingin berwisata ke Kawasan Puncak," katanya.

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved