Kesaksian Pegawai Steam di Bekasi saat Disatroni Perampok Bercelurit: Mau Turun Takut Kena Bacok

Selain merampas ponsel, pelaku sempat mengancam korban dengan cara mengalungkan celurit ke arah leher.

Kesaksian Pegawai Steam di Bekasi saat Disatroni Perampok Bercelurit: Mau Turun Takut Kena Bacok
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BAHCTIAR
TKP perampokan di steam mobil Arema Snow Wash Jalan Kampung Sawah, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Karyawan Steam Mobil Arema Snow Wash di Jalan Kampung Sawah, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, diserang kawanan perampok bercelurit pada Senin, (7/10/2019) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Kawanan perampok tersebut berhasil merampas ponsel milik karyawan bernama Kindi dan Dedi yang ketika itu tengah beristirahat di ruang tunggu.

Selain merampas ponsel, pelaku sempat mengancam korban dengan cara mengalungkan celurit ke arah leher. 

Bahkan seorang karyawan lain bernama Somad sempat terlibat saling serang menggunakan celurit. Ia berhasil kabur ke dalam kamar dan mempersenjatai diri demi melindungi harta bendanya dari rampasan perampok. 

Muhammad Ariel (22), karyawan Arema Snow Wash, mengaku, setelah kejadian itu masih ada sedikit trauma. Terlebih, tempat kerjanya memang buka 24 jam tanpa tutup. 

"Trauma ada pasti, apalagi pas jaga malem, biasanya emang sepi jalan sini, pernah kejadian juga begal," kata Ariel kepada TribunJakarta.com, Selasa (8/10/2019). 

Untuk berjaga-jaga, pihaknya kemudian menyiapakan peralatan khusus untuk melindungi diri berupa besi panjang yang diletakkan di sudut ruangan. Peralatan itu sengaja disiapkan untuk berjaga-jaga jika kejadian serupa terulang lagi. 

"Soalnya pas kemarin kejadian yang di sini sempet takut juga enggak pegang apa-apa kalau mereka (pelaku) bawa celurit," jelas dia. 

Video Rampok Bercelurit Satroni Tempat Cuci Mobil di Bekasi Viral, Kabur Lihat Korban Keluarkan Ini

Darjo karyawan lain juga merasakan hal yang sama. Ketika kejadian, posisinya berada di lantai dua bersama rekan-rekannya karyawan Arema Snow Wash yang mendapat jatah tugas pagi hari. 

"Kita gantian, saya pas itu lagi tugas pagi, nah yang dibawah yang hp-nya diambil itu dia lagi jaga malem," jelas dia. 

Kegaduhan saat aksi komplotan perampok menyatroni tempat kerjanya membuat dia terbangun. Kala itu, dia tidak bisa berbuat banyak lantaran takut ancaman senjata tajam. 

"Enggak yang di atas juga takut, enggak ada apa-apa mau turun takut kena bacok, tapi untungnya ada yang lawan bawa celurit juga, nah pas itu kita keluar, pelakunya kabur," katanya.

(TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved