Breaking News:

Sistem Kanalisasi 2-1 Akan Diuji Coba di Jalur Puncak Pada 27 Oktober 2019, PHRI Sambut Baik

Kanalisasi 2-1 ini diuji coba setelah melalui tahapan peninjauan dan perundingan antara Satlantas Polres Bogor dengan Badan Pengelola Transportasi Jab

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Jalur Puncak diberlakukan one way lebih awal, Minggu (17/6/2018) 

Mekanisme Kanalisasi 2 - 1 di Jalur Puncak

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadli Amri menjelaskan bahwa pelaksanaan program 2-1 di Jalur puncak adalah hasil dari kajian bersama antara akademisi dan masyarakat Puncak.

Penelitian dan pemantauannya, kata Fadli Amri sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan ke belakang.

"Diharapkan dapat memberikan solusi alternatif penanganan Jalur Puncak yang sudah selama 30-an tahun berlangsung setiap Sabtu dan Minggu (weekend)," kata AKP Fadli Amri

Fadli menjelaskan sistem ini dilakukan dengan membagi jalan menjadi 3 lajur, di pagi hari karena arus cenderung lebih ramai ke atas atau ke Puncak maka 2 lajur digunakan untuj naik ke atas Puncak dan 1 lajur ke bawah arah Jakarta.

Sebaliknya di siang hari 2 lajur ke bawah arah Jakarta dan 1 lajur arah Puncak serta panjang jalan program 2-1 ini hanya dari pos lantas Gadog Ciawi hingga persimpangan Taman Safari, setelahnya normal 2 lajur 2 arah.

"Dengan adanya program 2-1 ini, tidak ada lagi pembatasan jam naik maupun turun, sehingga masyarakat yang hendak mengakses Jalur Puncak diharapkan agar tidak memusatkan pergerakkannya di pagi hari untuk naik, tapi bisa setiap saat mengakses jalur tersebut. Apabila warga masih berbondong-bondong berangkat di pagi hari maka akan terjadi penumpukan dan antrian yang panjang untuk naik ke atas," kata Fadli.

Dia menjelaskan bahwa penerapan sistem ini masih memiliki beberapa hambatan seperti adanya titik crossing di Megamendung, Pasar Cisarua, Cipayung dan beberapa persimpangan lainnya.

Kendala lain adalah lebar jalan yang tidak homogen dari Gadog hingga Simpang Safari, ada beberapa titik yang masih sempit yang mana hanya cukup dilalui 2 kendaraan saja.

Selain itu ada kendala lainnya adalah masalah mindset masyarakat yang selama ini terpaku dengan one way dan berbondong-bondong melakukan perjalanan di pagi hari untuk naik ke Puncak dan siang hari turun ke arah Jakarta.

"Untuk beberapa titik yang mengalami penyempitan, dalam rapat sudah dibahas untuk segera diperlebar sehingga bisa dibagi menjadi 3 lajur. Dinas PUPR baik daerah maupun pusat sudah mengamini," pungkas Fadli.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved