Ada di Lokasi, Novel Bamukmin Dipanggil Polisi Terkait Penganiayaan Ninoy Karundeng

Dia dianiaya lantaran merekam aksi unjuk rasa dan demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan karena terkena gas air mata di kawasan tersebut.

Kompas TV
Ninoy Karundeng 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Penyidik Polda Metro Jaya akan memanggil Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidir Hasan Bamukmin atau Novel Bamukmin untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus penculikan dan penganiayaan pegiat media sosial yang juga relawan Joko Widodo saat Pilpres, Ninoy Karundeng.

Novel Bamukmin dipanggil untuk diperiksa pada Kamis (10/10/2019) besok.

"Ya benar, nanti Bapak Novel akan dimintai keterangan. Agenda (pemanggilan) besok," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (9/10/2019).

Argo Yuwono menyebutkan, penyidik memanggil Novel Bamukmin karena dia berada di lokasi penganiayaan Ninoy Karundeng, yakni Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat pada 30 September lalu.

"(Alasan pemanggilan) karena yang bersangkutan ada di lokasi (penganiayaan)," ungkap Argo Yuwono.

Kronologi Ninoy Karundeng menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada 30 September lalu.

Dia dianiaya lantaran merekam aksi unjuk rasa dan demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan karena terkena gas air mata di kawasan tersebut.

Mereka mengambil dan menyalin data yang tersimpan dalam ponsel dan laptop Ninoy Karundeng.

Ninoy Karundeng juga diintrogasi dan diancam akan dibunuh.

Pengancam mengatakan, mayatnya akan dibuang di tengah kerumunan massa aksi unjuk rasa.

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved