Pengamat Sebut Peluang Gerindra Dapat Kursi Menteri Kecil
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai peluang Gerindra sangat kecil untuk memperoleh kursi di Kabinet
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai peluang Gerindra sangat kecil untuk memperoleh kursi di Kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.
Meskipun Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sudah bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jumat (11/10/2019).

"Kecil kemungkinan Gerindra akan dapat kursi Kabinet, saat Jokowi bertemu dengan Prabowo ini," ujar pendiri lembaga analisis politik KedaiKOPI ini kepada Tribunnews.com, Jumat (11/10/2019).
Apalagi dalam pertemuan bersama Jokowi, Prabowo menyatakan, bila dibutuhkan saja, akan siap bergabung.
"Hingga saat ini saya masih melihat sangat kecil kemungkinan Gerindra akan dapat kursi menteri dengan alasan partai-partai koalisi Jokowi yang sudah banyak," jelasnya.
Kalaupun Jokowi memberikan jatah menteri, kata dia, maka sosok itu bukan kader Gerindra. Tapi akan berasal dari tokoh yang terafiliasi atau didorong Prabowo.
"Kalau dapat, sosok yang akan mengisi kursi menteri itu bukan berasal dari kader Gerindra. Tapi profesional atau tokoh yang terafiliasi dengan Prabowo atau didorong Prabowo," katanya.
Melalui pertemuan dengan Prabowo, menurut dia, Jokowi hanya ingin memperbanyak dukungan dari partai politik dalam menghadapi sejumlah isu strategis, misalnya Perppu KPK, pemindahan Ibukota Negara dan Amandemen UUD 1945.
"Tampaknya Jokowi sedang memperbanyak teman. Terutama untuk beberapa hal yang memang dia butuh dukungan. Misalnya isu Perppu KPK, pemindahan ibukota, bahkan Amandemen UUD 1945. Sehingga dukungan dari banyak pihak ini menjadi diperlukan," tegasnya.
Tetap Loyal
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan akan membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, meski tidak ada kader Gerindra di dalam susunan Kabinet Kerja jilid ll.
"Kalau umpamanya kami tidak masuk kabinet, kami tetap akan loyal, di luar sebagai chech and balances," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, jika nantinya Gerindra berada di luar koalisi pemerintah maka tugasnya sebagai penyeimbang dan memberikan koreksi saat program pemerintah keluar jalur.
"Sebagai penyeimbang, di Indonesia tidak ada oposisi, tetap kita merah putih di segala hal, kami akan berperan," kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan, setelah kontestasi Pilpres 2019 berakhir menang sudah sepantasnya semua pihak bersatu dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
"Kami bertarung secara politik, begitu selesai, kepentingan nasional yang utama. Saya berpendapat, kami harus bersatu," tutur Prabowo.
"Jadi saya sampaikan ke beliau (Jokowi), apabila kami diperlukan, kami siap untuk membantu, itupun sudah saya sampaikan di MRT waktu itu," sambung Prabowo.