Tak Semua Ditarik, Ini Jenis Obat Ranitidin yang Dilarang Edar

Melalui website resminya, Badan POM menyampaikan penjelasan terkait penarikan ranitidin.

Tak Semua Ditarik, Ini Jenis Obat Ranitidin yang Dilarang Edar
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
obat ranitidin 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan adanya penarikan obat jenis Ranitidin dari peredaran.

Melalui website resminya, Badan POM menyampaikan penjelasan terkait penarikan ranitidin.

TribunnewsBogor.com pun mencoba menyusuri beberapa apotek di wilayah Bogor Tengah, dari tiga apotek yang ditelusuri semua apotek tersebut masih menjual Ranitidin.

Ada dua jenis Rabitidin yang masih dijual yakni Ranitidin (Generik) dengan harga Rp 6000 dan Ranitidin (Paten) dengan harga Rp 60 ribu.

Kepala Seksi Perbekalan & Pengawasan Obat makanan Dra Nurhaedah mengatakan bahwa dari edaran yang diterima Dinkes Kota Bogor hanya ada lima jenis Ranitidin yang ditarik dari peredaran.

" Yang ada dilampiran edaran badan POM beberapa merek sediaan injeksi dan 1 merek sirup, kalau tablet tidak termasuk dalam edaran Badan POM itu merupakan bagian dari penjelasan Badan POM, iya jadi yang kami sampaikan berdasarkan penjelasan dr Badan POM yang sudah beredar," ujarnya saat dihubungi TribunnewsBogor.com saat sedang berada diluar kantor, Jumat (11/10/2019).

Berikut keterangan jenis Ranitidin yang ditarik di peredaran dari keterangan yang diterima Dinkes dari Badan POM.

Raniridine Cair Injeksi 25 mg/mL, nomer produksi PT Phapros Tbkncob

Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL PT Glaxo Wellcome Indonesia

Rinatidin Siruo 75 mg/mL PT Global Multi Phamalab

Indoran Cairan injeksi 25 mg/mL PT Indofarma

Ranitidine cairan injeksi 25 mg/mL PT Indofarma

Sementara itu mengenai sosialisasi dan pengawasan jenis ranitidin yang ditarik dari peredaran Kepala Seksi Perbekalan & Pengawasan Obat makanan Dra Nurhaedah mengatakannbahwa Dinkes Kota Bogor sudah melakukan koordinasi dengan para apotek.

"Kalau di kota bogor sudah berkordinasi dengan anggota, untuk pengawasan secara khusus untuk sidak obat-obat tersebut ke apotek tidak dilakukan tapi sosialisasi melalui penyampaian surat edaran dr Badan POM kepada Apoteker pengelola apotek sudah disampaikan," ucapnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved