Travel

Hore ! 10 Telur Komodo Dragon Menetas di Taman Safari, Yuk Lihat

Telur-telur komodo tersebut merupakan hasil pengembangbiakkan dari pasangan pejantan bernama Rangga dan betina Rinca.

Hore ! 10 Telur Komodo Dragon Menetas di Taman Safari, Yuk Lihat
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
10 butir telur komodo dragon (Varanus Komodoensis) berhasil ditetaskan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor pada 10 Februari 2019 lalu. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA -- Sebanyak 10 butir telur komodo dragon (Varanus Komodoensis) berhasil ditetaskan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor pada 10 Februari 2019 lalu.

Nantinya, anakan komodo dragon yang baru lahir tersebut akan dipindahkan ke Habitat Pertumbuhan Anakan Komodo yang baru dibangun pada Selasa (8/10/2019).

"Pembuatan kandang anakan Komodo yang telah berhasil menetas beberapa ekor di Taman Safari Bogor ini merupakan kerjasama TSI dengan PT Antam," kata Humas Taman Safari Bogor, Yulius Suprihardono, Sabtu (12/10/2019).

Telur-telur komodo tersebut merupakan hasil pengembangbiakkan dari pasangan pejantan bernama Rangga dan betina Rinca.

Inkubasi telur komodo dragon berlangsung selama 6,5-7 bulan di dalam ruang inkubasi yang didesain khusus.

Hadirnya 10 anak komodo ini, menambah koleksi satwa yang dimiliki TSI Bogor.

Sementara itu, Budi Santoso selaku HSE Asssitan Manager PT Antam mengatakan, TSI dengan bantuan pihaknya tengah melakukan program konservasi eksitu dengan membuat habitat Pre-Exhibit.

10 butir telur komodo dragon (Varanus Komodoensis) berhasil ditetaskan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor pada 10 Februari 2019 lalu.
10 butir telur komodo dragon (Varanus Komodoensis) berhasil ditetaskan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor pada 10 Februari 2019 lalu. (TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah)

Pembuatan habitat ini bertujuan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan anakan-anakan komodo.

"Kami berharap agar kerjasama ini terus terjalin dengan baik dan dipertahankan. Sebab kami akan terus peduli terhadap lingkungan, maupun satwa langka yang terancam punah," kata dia saat meninjau Pre Exhibith Komodo yang berada di area TSI.

Budi Santoso melanjutkan, pada tahun 2014 lalu pihaknya juga telah memberi dukungan konservasi terhadap anakan gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatranus).

Satu ekor bayi gajah tersebut kemudian diberi nama Goldie.(*)

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved