Breaking News

Gunung Merapi Meletus, 17 Desa di Magelang Diguyur Hujan Abu

Dari data BPBD Kabupaten Magelang, ada 17 desa di enam kecamatan yang terkena hujan abu.

Editor: Damanhuri
twitter BPPTKG
Awanpanas guguran Gunung Merapi terjadi pada tanggal 27 Agustus 2019 pukul 18:09 WIB. Awanpanas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo max. 70 mm dan durasi ±198.90 detik. Jarak luncur 2.000 m ke arah hulu kali Gendol. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Hujan abu selain terjadi Kecamatan Srumbung dan Dukun, juga terjadi di Kecamatan Salam, Sawangan, Muntilan dan Mungkid, Senin (14/10).

Total ada 17 desa di enam kecamatan yang terkena hujan abu.

Kecamatan Srumbung di Desa Ngargosoko, Mranggen dan Srumbung. Kecamatan Dukun di Desa Sumber, Talun, Ngargomulyo, Kalibening, Ngadipuro, Mangunsoko dan Dukun.

Kemudian di Kecamatan Salam, Desa Sucen dan Jumoyo.

Merapi semburkan abu vulkanik, Senin (14/10/2019)
Merapi semburkan abu vulkanik, Senin (14/10/2019) (Twitter BPPTK)

Kecamatan Sawangan di Desa Sawangan. Kecamatan Muntilan di Desa Tamanagung dan Muntilan. Kecamatan Mungkid di Desa Bojong dan Pabelan.

"Selain di Srumbung dan Dukun, hujan abu juga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Salam, Sawangan, Muntilan, Mungkid," ujar Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Senin (14/10/2019).

Kepala Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Yatin, mengatakan, hujan abu terjadi di wilayah Desa Ngargomulyo.

Hujan abu turun tipis. Kondisi pascaletusan sendiri masih kondusif. Warga setempat masih tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Terkait letusan, tidak terdengar dentuman. Asap letusan sendiri tidak terlihat dari wilayah Ngargomulyo karena tertutup kabut.

KAWAH MERAPI - Asap mengepul dari kubah lava Merapi sisi tenggara pada Selasa (8/1/2019) pagi. Sejak pertengahan Agustus 2018, aktivitas gunung memunculkan kubah lava baru yang terus bertambah volumenya setiap hari.
KAWAH MERAPI - Asap mengepul dari kubah lava Merapi sisi tenggara pada Selasa (8/1/2019) pagi. Sejak pertengahan Agustus 2018, aktivitas gunung memunculkan kubah lava baru yang terus bertambah volumenya setiap hari. (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumarga)

"Tiba-tiba saja (hujan abu itu). Warga masih biasa dan kondisi kondusif. Masyarakat juga tidak panik," kata Yatin.

Untuk diketahui, terjadi awan panas letusan di Gunung Merapi pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 16:31 WIB.

Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm.

Terpantau kolom setinggi max. ±3.000 m dari puncak. Angin bertiup ke arah Barat Daya.

Info Merapi terbaru, awan panas keluar dengan tinggi kolom mencapai maksimal 3000 meter dari puncak pada Senin (14/10/2019) pukul 16.31 WIB.

Melalui akun twitter @BPPTKG, direkomendasikan jarak bahaya 3 km dari puncak Gunung Merapi.

 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved