Gunung Merapi Meletus, 17 Desa di Magelang Diguyur Hujan Abu
Dari data BPBD Kabupaten Magelang, ada 17 desa di enam kecamatan yang terkena hujan abu.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hujan abu selain terjadi Kecamatan Srumbung dan Dukun, juga terjadi di Kecamatan Salam, Sawangan, Muntilan dan Mungkid, Senin (14/10).
Total ada 17 desa di enam kecamatan yang terkena hujan abu.
Kecamatan Srumbung di Desa Ngargosoko, Mranggen dan Srumbung. Kecamatan Dukun di Desa Sumber, Talun, Ngargomulyo, Kalibening, Ngadipuro, Mangunsoko dan Dukun.
Kemudian di Kecamatan Salam, Desa Sucen dan Jumoyo.

Kecamatan Sawangan di Desa Sawangan. Kecamatan Muntilan di Desa Tamanagung dan Muntilan. Kecamatan Mungkid di Desa Bojong dan Pabelan.
"Selain di Srumbung dan Dukun, hujan abu juga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Salam, Sawangan, Muntilan, Mungkid," ujar Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Senin (14/10/2019).
Kepala Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Yatin, mengatakan, hujan abu terjadi di wilayah Desa Ngargomulyo.
Hujan abu turun tipis. Kondisi pascaletusan sendiri masih kondusif. Warga setempat masih tenang dan beraktivitas seperti biasa.
Terkait letusan, tidak terdengar dentuman. Asap letusan sendiri tidak terlihat dari wilayah Ngargomulyo karena tertutup kabut.

"Tiba-tiba saja (hujan abu itu). Warga masih biasa dan kondisi kondusif. Masyarakat juga tidak panik," kata Yatin.
Untuk diketahui, terjadi awan panas letusan di Gunung Merapi pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 16:31 WIB.
Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm.
Terpantau kolom setinggi max. ±3.000 m dari puncak. Angin bertiup ke arah Barat Daya.
Info Merapi terbaru, awan panas keluar dengan tinggi kolom mencapai maksimal 3000 meter dari puncak pada Senin (14/10/2019) pukul 16.31 WIB.
Melalui akun twitter @BPPTKG, direkomendasikan jarak bahaya 3 km dari puncak Gunung Merapi.