Gunung Merapi Meletus, 17 Desa di Magelang Diguyur Hujan Abu

Dari data BPBD Kabupaten Magelang, ada 17 desa di enam kecamatan yang terkena hujan abu.

Editor: Damanhuri
twitter BPPTKG
Awanpanas guguran Gunung Merapi terjadi pada tanggal 27 Agustus 2019 pukul 18:09 WIB. Awanpanas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo max. 70 mm dan durasi ±198.90 detik. Jarak luncur 2.000 m ke arah hulu kali Gendol. 

Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Meski demikian, tidak semua wilayah di sekitar Merapi terkena abu vulkanik

Keluarnya awan panas Gunung Merapi tersebut terekam dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm.

Dengan tinggi kolom awan panas maksimal 3000 meter dari puncak, dilaporkan bahwa angin bertiup ke arah barat daya.

Dilaporkan terkait erupsi Merapi tersebut, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan melaporkan tidak terjadi hujan abu di lereng Merapi wilayah Sleman.

"Berdasarkan pantauan hingga saat ini, Kepuharjo, Kaliurang, dan Glagaharjo negatif abu," kata Makwan melalui pesan singkat.

Sementara itu, Petugas di Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan (Magelang), Heru melaporkan bahwa secara visual Merapi tidak terlihat saat erupsi terjadi.

Hal ini disebabkan cuaca sekitar lereng Merapi yang terpantau berawan mendung terlihat dari Pos Babadan. Visual pun hanya teramati dari CCTV.

"Namun kami menerima laporan bahwa sebagian warga mendengar gemuruh saat erupsi terjadi," jelas Heru melalui telepon.

Pengamat di Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Selo (Boyolali) Candra mengatakan bahwa secara visual erupsi Merapi terpantau jelas.

Namun ia menyebut tidak terdengar gemuruh saat letusan terjadi.

"Sampai saat ini wilayah Selo tidak terjadi hujan abu," ungkap Candra via pesan singkat.

Peningkatan produksi Magma

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi (BPPTKG) memantau produksi magma Merapi. Meski tak terlihat jelas, namun ada gejala peningkatan produksi magma sejak tiga bulan terakhir.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved