Tiga Pelaku Curanmor Asal Sumatera Ditangkap di Cibinong, Pedang Katana dan Senpi Jadi Barang Bukti

Ketiga pelaku ini ditangkap di sebuah kontrakan di kawasan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
pelaku curanmor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tiga orang pelaku tindak pidana pencurian disertai kekerasan (curas) dan juga tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial IF, MS dan JML ditangkap Satreskrim Polres Bogor.

Saat penangkapan, para pelaku sempat melakukan perlawanan sampai akhirnya dua pelaku diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Ketiga pelaku ini ditangkap di sebuah kontrakan di kawasan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Tiga pelaku ini kita lakukan penangkapan kemarin, Minggu (13/10/2019) di wilayah Nanggewer. Terhadap dua pelaku dilakukan tindakan tegas dengan dilumpuhkan karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap," kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Selasa (15/10/2019).

AKBP Muhammad Joni menjelaskan bahwa ketiga pelaku ini juga merupakan residivis.

Mereka melakukan pencurian dengan menggunakan kunci letter T dan tidak segan-segan melukai korban jika ada korban yang melakukan perlawanan.

"Modusnya melakukan dulu dengan kunci letter T, apabila ada perlawanan daripada korban, yang bersangkutan melakukan penembakan bahkan pembacokan menggunakan pedang kepada korban," kata Muhammad Joni.

Dia menjelaskan bahwa para pelaku ini berasal dari wilayah Lampung Timur dan beoperasi di wilayah Banten, Jawa Barat dan Jakarta.

Selain itu, para residivis pelaku ini sudah melakukan pencurian sejak tahun 2012 silam.

Dalam kasus ini polisi berhasil mengamankan barang bukti satu bilah pedang katana, sejumlah kunci letter T, satu pucuk senjata api rakitan dan 8 unit motor hasil curian.

"Ketiganya dari Lampung, mereka di sini (Cibinong) ngekos. Yang bersangkutan residivis juga, pernah ditangkap Polda Metro Jaya dan juga melakukan pencurian ini sudah dari tahun 2012. Kita akan kembangkan ke penadahnya termasuk kita cek nomor rangka nomor mesin apabila ada korban yang merasa kehilangan motor tersebut. Kita jerat dengan tindak pidana curas dan curanmor, sanksi di atas 5 tahun penjara," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved