Tingkatkan Minat Bisnis Anak Milenial, Mahasiswa Vokasi IPB Gelar Aection 2019

Aection 2019 merupakan acara berbasis kewirausahaan berupa talkshow, lomba esai dan lomba business plan.

Tingkatkan Minat Bisnis Anak Milenial, Mahasiswa Vokasi IPB Gelar Aection 2019
Fisika.ipb.ac.id.jpg
Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Himpunan Mahasiswa Vokasi program studi Akuntansi, Manajemen Agribisnis, dan Manajemen Industri (Himavo Akmapesa) Sekolah Vokasi IPB University menyelenggarakan Aection 2019.

Aection 2019 merupakan acara berbasis kewirausahaan berupa talkshow, lomba esai dan lomba business plan.

Seminar Aection 2019 membawa tema “Youth Empowering: Millenial Entrepreneur”.

Seminar ini dilaksanakan di Gedung Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga Bogor, Minggu (13/10).

Seminar Aection 2019 menghadirkan pebisnis menarik diantaranya Indra Sugiarto sebagai founder

"Masuk Kampus" dan Katalis Education serta Niko Al-Hakim sebagai Owner Sate Taichan Goreng.

Menurut Indra Sugiarto, ketika memulai bisnis edukasi bernama "Masuk Kampus", awalnya dia berpikir bahwa mencari pendapatan tidak hanya satu sumber saja.

“Di era sekarang, bisnis konvensional sudah mulai ditinggalkan. Bisnis perlu mengikuti pertumbuhan teknologi yang ada. Bisnis sekarang mengalami perubahan definisi. Proses lebih banyak beratnya dibanding kemudahan. Tahap paling penting dalam memulai bisnis adalah mencintai diri sendiri. Pemilihan target pasar juga merupakan salah satu faktor penting dalam melakukan bisnis. Pekerjaan sekarang sudah bersifat baru. Skill yang penting setelah lulus kuliah adalah kemampuan untuk mencapai kesuksesan, networking, dan kegigihan yang tinggi,” papar alumni IPB University ini.

Niko Al-Hakim, yang kerap dipanggil Okin, menjelaskan bahwa ia memilih bisnis food and beverage, karena perputaran makanan sangat cepat.

“Media sosial mempunyai pengaruh yang besar, jadi saya memanfaatkan media sosial dengan baik karena murah dan tepat sasaran. Salah satu kunci dalam mempertahankan bisnis adalah mempunyai faktor X. Dalam memulai bisnis dibutuhkan keyakinan yang lebih tinggi, kreativitas, branding yang bagus, dan kemasan yang menarik. Prinsip dalam mengumpulkan modal adalah tidak terlibat dalam utang seperti utang perbankan. Inovasi makanan perlu dilakukan tapi perlu mempertahankan ciri khas. Jadilah seorang creativepreneur, bukan entrepreneur,” papar Niko.(*)

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved