Cuaca Panas, Penjual Es Cincau Laris Diburu Pembeli
Menurutnya, warga yang membeli mengaku pada kehausan dan mencari suatu hal yang menyegarkan.
Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Teriknya sinar matahari yang sangat menyengat dalam beberapa hari belakangan dikeluhkan masyarakat.
Warga Pabuaran Bojonggede, Eni mengaku bahwa teriknya sinar matahari dalam pekan ini berbeda dengan biasanya.
Menurutnya, terik matahari kali ini dirasa sangat menyengat sehingga ia harus mencari cara untuk sedikit meredam cuaca panas ekstrim tersebut.
Sebagai solusi, Eni menghidupkan kipas angin ketika berada di rumahnya.
Tak hanya itu, untuk meredakan panas sekaligus melepas dahaga, Eni sengaja mencari dan membeli es cincau.
"Panasnya ekstrim banget dalam beberapa hari ini. Saya di rumah menghidupkan kipas angin dan sengaja minum es cincau. Es cincau untuk mencegah panas dalam kan," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (24/10/2019).
Sementara itu, penjual es cincau, Firman mengaku bahwa teriknya sinar matahari membuat dagangannya diburu publik.
Menurutnya, warga yang membeli mengaku pada kehausan dan mencari suatu hal yang menyegarkan.
"Alhamdulillah cincau dagangan ini banyak yang cari. Warga pada kepanasan dan haus. Lagi pula cincau kan memang untuk obat," jelasnya.
Selama berjualan, Firman pun menyediakan payung sebagai pelindung dari sengatan sinar matahari.
"Ini saya juga jualan keliling pakai payung. Lumayan biar kepala tidak langsung tersengat sinar marahari," jelasnya.
Untuk satu gelas es cincau, Firman menjualnya dengan tarif Rp 5 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/penjual-es-ciancau1.jpg)