Breaking News:

Jelang Setahun Insiden Kecelakaan Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, KNKT Ungkap Hasil Investigasi

Ia menegaskan 9 hal yang telah disimpulkan dalam laporan hasil final investigasi KNKT ini memiliki keterkaitan satu dengan lainnya.

kolase pegi pegi/abc
Ilustrasi black box pada pesawat Lion Air JT610 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Jelang setahun insiden kecelakaan Lion Air JT 610Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya membeberkan hasil final investigasi kecelakaan pesawat tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019), terungkap 9 faktor yang menjadi penyebab insiden jatuhnya pesawat yang menewaskan seluruh penumpang dan awaknya itu.

Kepala Sub-bidang Komite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan bahwa jika satu dari 9 faktor yang diduga mengakibatkan jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 ini tidak terjadi, maka JT 610 mungkin saja tidak akan mengalami kecelakaan.

"Jadi 9 hal yang kami temui ini adalah 9 hal yang terjadi hari itu yang mengakibatkan kecelakaan, apabila salah satu dari 9 ini tidak terjadi, mungkin kecelakaannya juga tidak terjadi," ujar Nurcahyo.

Ia menegaskan 9 hal yang telah disimpulkan dalam laporan hasil final investigasi KNKT ini memiliki keterkaitan satu dengan lainnya.

"Jadi 9 hal ini adalah 9 hal yang saling terkait satu sama lain yang akhirnya mengarah kepada kecelakaan," kata Nurcahyo

Kantong Jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610 di JICT, Jakarta Utara, Selasa (6/11/2018).
Kantong Jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610 di JICT, Jakarta Utara, Selasa (6/11/2018). (Tribunnews.com/ Yanuar Nurcholis Majid)

Terkait 9 faktor yang menyebabkan kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 itu, meliputi:

1. Asumsi terkait reaksi pilot yang dibuat pada saat proses desain dan sertifikasi pesawat Boeing 737-8 (MAX), meskipun sesuai dengan referensi yang ada, ternyata tidak tepat.

2. Mengacu asumsi yang telah dibuat atas reaksi pilot dan kurang lengkapnya kajian terkait efek-efek yang dapat terjadi di cockpit, sensor tunggal yang diandalkan untuk Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) dianggap cukup dan memenuhi ketentuan sertifikasi.

3. Desain MCAS yang mengandalkan satu sensor, rentan terhadap kesalahan.

Halaman
123
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved